Berita

Netralitas TNI, Danlanud Iswahjudi: “Hati-Hati dalam Mem-Forward Berita di Sosmed”

Netralitas TNI, Danlanud Iswahjudi: "Hati-Hati dalam Mem-Forward Berita di Sosmed"
#TNIAU 

TNI AU.  Kamis (14/2). Selama kita masih memakai seragam kita adalah aparat pemerintah, kita adalah bagian dari pemerintah di bidang pertahanan, demikian dikatakan Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra, S.E., M.M., saat memimpin langsung apel khusus dilapangan Dirgantara, terkait akan berlangsungnya pesta demokrasi Pileg dan pilpres 17 April 2019 mendatang.

Ingat kata Danlanud Iswahjudi, bahwa berdasarkan telegram Kasau nomor TR2/2019 tanggal 11 Januari 2019, personel TNI AU terkait dengan pesta demokrasi padapemilihan Presiden dan pemilu legislatif tahun 2019, personel TNI AU dilarang berfoto/selfie dengan menggunakan simbul jari sehingga bisa ditafsirkan bentuk dukungan ke pasangan calon. “Sementara sesuai buku saku Pam Pemilu TNI dilarang memberikan komentar, penilaian, mendiskusikan, pengarahan berkaitan dengan kontestan pemilu tahun 2019 dan membuat pernyataan apapun yang bersifat mempengaruhi KPU dan Bawaslu,” tambahnya.

Kita ketahui bersama dijaman sekarang kata Danlanud didepan para peserta apel, sosmed (sosial media), seperti Facebook, Twitter, Whatshapp dll sudah merajalela. Hati-hatilah kita semua dalam mem-forward suatu berita, baca dengan detail berita atau cerita yang kita terima. Jangan mem-forward atau meneruskan suatu berita apapun yang kita terima dalam apilikasi yang kita miliki baik Whatsapp, Twitter, Facebook dll. “Itu akan mengamankan kita dari hal-hal yang tidak kita inginkan, karena kita tidak tahu isinya apa, apalagi yang berbentuk link, kita tinggal copy paste kita kirim ke teman kita ternyata isinya hal-hal yang tidak boleh kita lakukan apalagi menuju netralitas TNI, sehingga membuat kita jadi tidak netral itu sangat berbahanyam,” tegas Marsma TNI Iko.

Sementara pesan khusus Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi yang disampaikan Danlanud Iswahjudi kepada personel Lanud Iswahjudi diantaranya “Selama kita berbaju seragam kita adalah aparat pemerintah, dan kita adalah bagian dari pemerintah dibidang pertahanan oleh karena itu haram hukumnya kita menghujat pemerintah, apalagi Panglima tertinggi (Presiden). Bila ada yang tak puas dengan pemerintah hendaknya cukup diam dan tak berkomentar karena kita adalah bagian dari pemerintah itu sendiri,” tandas Pangkoopsau II yang disampaikan Danlanud Iswahjudi saat apel khusus.

Apel khusus diikuti oleh 1085 personel Lanud Iswahjudi dan Insub serta dihadiri Danwing 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb M. Satriyo Utomo, S.H., Dandepohar 20 Kolonel Lek Sugeng Riadi, Dandepohar 60 Kolonel Tek Wahyu Laksito, para kepala Dinas Lanud Iswahjudi, serta segenap pejabat Lanud Iswahjudi dan Insub.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel