TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Netralitas TNI, Prof. DR. Salim Said : Kita Masih Hidup dalam Ekor Masa Lalu

By 29 Nov 2018 Berita
DSC_2712

TNI AU. Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsekal Muda TNI Imran Baidirus, SE membuka kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) TNI oleh Kohanudnas semester II tahun 2018 bertema “Melalui Komunikasi Sosial TNI, Kita Pelihara Netralitas dan Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat Untuk Mewujudkan TNI Yang Siap Melaksanakan Tugas Pokok” di ruang Hercules Club Executive Persada, Halim Perdanakusuma, Jakarta TImur, Rabu (28/11).

Tampil dua pembicara Kepala Hukum Kohanudnas (Kakum) Kolonel Sus. Yuwono Agung Nugroho, S.H, M.H., dan Prof. DR. Salim Said (Pengamat Militer Indonesia dan Guru Besar Unhan) dengan moderator Letnan Kolonel M. Abdullah yang menjabat Inspektur Muda Operasi Inspektorat Kohanudnas. Tampak hadir para pejabat perwakilan dari Kemenhub, Kemenlu, Airnav, Kohanudnas, Koopsau I, Kodiklatau, Kosekahundnas I, Lanud Halim Perdanakusuma, GM Bandara Halim Perdanakusuma, operator penerbangan sipil, perwakilan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Suryadharma (Unsurya), wartawan, undangan ldan ainnya.

Dalam sambutannya Pangkohanudnas menyampaikan,”Kohanudnas melaksanakan program komunikasi sosial (Komsos) TNI  sebagai salah satu metode menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap TNImengingat bangsa kita saat ini tengah mempersiapkan pelaksanaan pemilihan umum tahun 2019 mendatang, maka topik yang diangkat adalah mengenai netralitas TNI. Tujuannya untuk memberikan pengertian, pemahaman sekaligus mempersiapkan TNI dan masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan pemilihan umum, sebagai hajat nasional pada tahun 2019 mendatang sehingga semuanya akan berjalan aman, lancar dan berhasil. Ditambahkannya pada hakekatnya netralitas TNI merupakan amanat untuk pelaksanaan reformasi internal TNI sesuai Undang-undang RI nomor 34/2004 tentang TNI. Di samping itu juga, diketengahkan pengetahuan tentang tugas Kohanudnas sebagai institusi TNI dan negara yang menjaga kedaulatan wilayah udara nasional Indonesia.

Kolonel Sus Yuwono Agung, S.H., M.H., Kakum Kohanudnas menyampaikan topik, “Peran Kohanudnas dalam menjaga Kedaulatan wilayah Udara Nasional”. Sebagai kotama operasional TNI, Kohanudnas merupakan komando gabungan khusus yang menyelenggarakan operasi pertahanan udara. Seperti yang pernah Bung Karno sampaikan pada tahun 1955 “Kuasailah udara untuk melaksanakan kehendak nasional karena kekuatan nasional di udara adalah faktor yang menentukan dalam perang modern (Ir. Sorkarno, 1 April 1955). TNI AU diberikan mandat berdasarkan UU No. 34 tahun 2004 untuk menegakkan hukum dan menjaga keamanan negara wilayah nasional. Tugas TNI AU ini diemban oleh Kohanudnas  dengan menyelenggarakan operasi pertahanan udara aktif dan operasi pertahanan udara pasif,” ujarnya.

Selaku pembicara kedua adalah Prof. Dr. Salim Said. Disampaikan,“Kenapa netralitas TNI dan Polri saat Pemilu selalu muncul. Hal ini dikarenakan kita masih hidup dalam ekor masa lalu kita. Tentu makin intensif usaha mengatasi soal itu, makin baik, jangan berlarut-larut, setiap lima tahun sekali pemilu, bicara netral, netral, apa ini.  TNI dan Polri sebagai aparat negara ya harus netral, tapi kenapa masih ada orang bicara netral, karena sisa masa lalu. Jadi saya sangat menghargai masalah netral yang terus diulang-ulangi pimpinan TNI-Polri. Sebenarnya kita itu belum normal, masih ada orang yang masih hidup di masa lalu. Itu yang harus kita cerahkan, bahwa fungsi alat negara itu tidak boleh terlibat di dalam politik,” tegasnya.

Asisten Intelejen Kaskohanudnas Kolonel Sus Paulus Suhendrasmo, M.Sc., selaku Ketua Panitia menyampaikan Komsos TNI yang dilaksanakan Kohanudnas pada semester II/2018  untuk memelihara jalinan soliditas dan solidaritas TNI dengan berbagai komponen yang ada di masyarakat. Usai ceramah diadakan tanya jawab dengan para peserta mengenai Kohanudnas dan netralitas TNI serta kemanunggalan TNI-rakyat. Selanjutnya sebagai acara pamungkas Pangkohanudnas memberikan cinderamata kepada kedua pembicara dan ramah-tamah.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Netralitas TNI, Prof. DR. Salim Said : Kita Masih Hidup dalam Ekor Masa Lalu