TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Netralitas TNI, tidak elok selaku prajurit kita mendiskusikan atau bahkan mendiskriditkan pimpinan diranah media sosial

By 06 Mar 2019 Berita
luar_biasa

TNI AU Penlanud Iswahjudi (6/3). Berbuatlah bijak dalam bermedia sosial, tidak perlu takut dengan media sosial, namun perlu memilih dan memilah informasi yang urgent, demikian pesan Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra, S.E.,M.M., selaku irup pada apel luar biasa yang diikuti oleh seluruh personel Lanud Iswahjudi dan Insub dilapangan Dirgantara (6/3).

“Perlu saya tegaskan kembali selaku prajurit, kita wajib tunduk dan patuh terhadap aturan yang sudah digariskan oleh pimpinan tertinggi TNI dan TNI AU, yaitu tentang netralitas TNI, sehingga tidak elok selaku prajurit kita mendiskusikan atau bahkan mendiskriditkan pimpinan diranah media sosial”, tegas Danlanud Iswahjudi.

Sudah jelas dan tegas, sambung Marsma TNI Iko, telegram Kasau Nomor TR/2/2019 tanggal 11 Januari 2019, personel TNI AU terkait pesta demokrasi pada pemilihan presiden dan pemilihan legislatif tahun 2019, yang berbunyi, personel TNI AU dilarang berfoto/selfie dengan menggunakan simbul jari, sehingga ditafsirkan sebagai bentuk dukungan kepada salah satu pasangan calon. “Junjung netralitas TNI dari segala bentuk kegiatan politik praktis, serta senantiasa membina kemanunggalan TNI bersama rakyat”, tambahnya.

Penggunaan media sosial (facebook, twitter, whatsapp, youtobe, insttgram, line), bagi anggota TNI harus benar benar disikapi dengan seksama, bermedia sosial harus diimbangi dengan sense of security dan sense of intelijen. Mengingat jejak digital tidak pernah akan bisa terhapus dalam dunia maya. ”Meskipun saudara berada ditempat yang tersembunyi dan berpindah-pindah, serta berganti-ganti akun, namun demikian jejak digital, tetap akan bisa terlacak dengan teknologi masa kini”, tandas Marsma TNI IKo.

Tidak menutup kemungkinan kedepan, nantinya dalam hal mengetahui prilaku seseorang, dapat diketahui dalam percakapan kita dalam media sosial. “Oleh karena itu, saya titip untuk anak dan keluarga kita, mulai sekarang berbuatlah bijak dalam bermedia sosial, tidak perlu takut dengan media sosial, namun perlu memilih dan memilah informasi yang urgent”, pesan Danlanud kepada seluruh peserta apel.

Diakhir apel luar biasa ini Danlanud juga menyampaikan arahan Pangkoopsau II Marsda TNI Henri Alfiandi “bahwa selama kita berbaju seragam kita adalah aparat pemerintah, dan kita adalah bagian dari pemerintah dibidang pertahanan oleh karena itu haram hukumnya kita menghujat pemerintah, apalagi Panglima tertinggi (Presiden). “Bila ada yang tak puas dengan pemerintah hendaknya cukup diam dan tak berkomentar karena kita adalah bagian dari pemerintah itu sendiri”, tegasnya.

Selain dihadiri 1000 an angota, Apel luar biasa dihadiri Komandan Wing 3 Kolonel Pnb M. Satrio Utomo, Dandepohar 60 Kolonel Tek Wahyu Laksito, Kadispers Kolonel Nav Saeful Rakhmat, Kadislog Kolonel Tek Royke C. Manusiwa, S.E, M. M, Kadisops Letkol Pnb M. Anjar Legowo Danyonko 463 Paskhas Letkol Pas Sigit Sasongko, MSi.,M.Han., dan segenap pejabat Lanud Iswahjudi dan Insub.

Pos Terkait

Kirim Komentar/Pertanyaan

Netralitas TNI, tidak elok selaku prajurit kita mendiskusikan atau bahkan mendiskriditkan pimpinan diranah media sosial