Berita

Ngurah Rai: Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi 1938

Dibaca: 5 Oleh 11 Mar 2016Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Toleransi antar umat beragama yang tinggi sangat terasa sekali di Lanud Ngurah Rai, khususnya pada perayaan Nyepi yang jatuh pada hari Rabu tanggal 9 Maret 2016 dan pelaksanaan Sholat Gerhana Matahari secara berjamaah.

Suasana dan kondisi yang sunyi senyap serta keadaan gelap gulita wajib dilaksanakan oleh seluruh warga termasuk bagi umat non hindu sekalipun. Hal ini merupakan sebagai wujud rasa penghormatan perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru caka 1938. Namun pada waktu yang bersamaan tanpa mengganggu peribadatan penyepian, tepat pukul 09.00 WITA bertempat di Masjid Hidayatulloh Komplek Lanud Ngurah Rai dilaksanakan pula Solat Kusuf oleh seluruh Umat Muslim Lanud Ngurah Rai yang dipimpin secara langsung oleh Kasibintal Lanud Ngurah Rai, Mayor Sus Rainaldi, S. Ag.

Sehubungan dengan perayaan Nyepi, bagi umat hindu ada beberapa larangan keras untuk melakukan kegiatan atau disebut dengan istilah catur berata yakni proses pengekangan diri dari segala yang bersifat keduniawian yang diantaranya amati geni atau tidak boleh menyalakan api atau ada cahaya yang menyala, amati karya atau menghentikan aktivitas kerja dan tidak ada pekerjaan yang dapat dilakukan, amati lelungaan tidak boleh bepergian, serta amati lelanguan tidak boleh ada hiburan yang dilakukan mulai dari hari Rabu pukul 06.00 hingga Kamis 06.00 keesokan harinya. Berdasarkan ketentuan tersebut, seluruh warga Lanud Ngurah Rai dilarang untuk keluar rumah dan tidak boleh menyalakan cahaya lampu pada malam hari. Bagi yang melanggar maka akan mendapatkan sanksi dari petugas adat/pecalang. Dalam rangka pengamanan Hari Raya Nyepi, Komandan Lanud Ngurah Rai Kolonel Pnb Danet Hendriyanto, telah memerintahkan kepada anggota non Hindu untuk siap siaga pada jam dan lokasi tertentu demi keamanan wilayah seputaran komplek Lanud Ngurah Rai.

Baca juga:  Kaji Ulang Dan Penutupan Latihan Kesiapsiagaan Koopsau I 2016

Sebelum pelaksanaan Nyepi umat hindu melaksanakan beberapa ritual upacara keagamaan diantaranya Melasti, Mecaru dan Pengerupukan yang dimeriahkan dengan pawai ogoh – ogoh. Ritual yang terakhir dari perayaan Nyepi adalah Ngembak Geni dengan melakukan Dharma Shanti yaitu mengucap syukur dan saling memaafkan atas segala kesalahan dan kekeliruan serta hidup didalam kerukunan dan damai.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel