Berita

NIKAH SIRI DENGAN SEGALA AKIBAT HUKUMNYA

Dibaca: 1774 Oleh 30 Mei 2011Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Memahami nikah siri hanya berdasarkan dari kacamata hukum Islam saja adalah keliru, karena kita hidup disebuah negara yang dasar hukumnya tidak berdasarkan syariat Islam melainkan memiliki dasar hukum Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Demikian dikatakan Kakum Kosekhanudnas I Mayor Sus Teguh Pribadi, SH, MH pada acara ceramah hukum di aula Iskandar Makosekhanudnas I, Jakarta, Kamis (26/5). 

Ceramah hukum yang bertemakan tentang “Nikah Siri” ini dilaksanakan mengingat saat ini nikah siri sudah menjadi gaya hidup tersendiri dikalangan masyarakat Indonesia terlebih dalam lingkup aparatur negara.

Lebih lanjut dikatakan bahwa, nikah siri merupakan perkawinan yang dilakukan secara hukum Islam tetapi tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan nikah (KUA) yang diakui sesuai hukum negara dan memiliki akibat hukum. Apalagi bagi aparatur negara, hukum perkawinan tersebut sangatlah mengikat. 

Pada dasarnya, hukum perkawinan yang mengikat bagi aparatur negara khususnya anggota militer, memiliki tujuan yang baik. Seorang prajurit pria hanya diizinkan mempunyai seorang istri dan bagi seorang prajurit wanita hanya diizinkan mempunyai seorang suami dengan tujuan agar mampu membina kehidupan rumah tangganya dengan rukun, damai, dan sejahtera. 

Baca juga:  Lanud Leo Wattimena Patroli Pengecekan Patok Batas Aset Tanah TNI AU Di Morotai

Ceramah hukum dengan tema “Nikah Siri” ini dihadiri oleh seluruh personel di lingkungan Makosekhanudnas I dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada seluruh personel tentang nikah siri dengan segala akibat hukumnya agar lebih menghargai keluarga dan sejahtera dalam kehidupan rumah tangganya.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel