Berita

Nuansa Arema di Lokasi Landing Paralayang Songgokerto bagi Siswa Pelatihan Paralayang Lanud Abd Saleh dan Disparbud Pemkab Malang

Dibaca: 22 Oleh 12 Agu 2020Tidak ada komentar
Nuansa Arema di Lokasi Landing Paralayang Songgokerto bagi Siswa Pelatihan Paralayang Lanud Abd Saleh dan Disparbud Pemkab Malang
#TNIAU 

TNI AU.  Nuansa Arema FC berupa bendera raksasa berukuran sekitar 50 meter kali 100 meter bergambar kepala singa menghiasi lokasi landing olah raga dirgantara paralayang di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu Malang, Selasa (11/8/2020). Merupakan suatu kebanggaan bagi Komunitas Olah Raga Dirgantara Paralayang karena di Hari Ulang Tahun (HUT) Arema FC ke-33, tanggal 11 Agustus 2020 lokasi landingnya dihiasi dengan pemasangan bendera raksasa Arema FC, sebagai klub sepakbola kebanggaan masyarakat Malang Raya.

 Perlu diinformasikan pelatihan paralayang tahun 2020 dilaksanakan selama satu bulan oleh Disburpad Kabupaten Malang dan Lanud Abdulrachman Saleh telah dibuka sejak 15 Juli 2020 lalu di Bukit Waung, Sumberoto, Donomulyo, Malang diikuti lebih dari 30 peserta dari pemuda-pemudi Kabupaten Malang yang mempunyai spot olah raga paralayang.  Sejak akhir Bulan Agustus 2020, lalu lokasi latihan dialihkan ke Bukit Gunung Banyak, Kota Batu karena kondisi peranginan yang ideal yaitu angin nya berkecepatan antara 8-10 kilometer per jam. Sedangkan angin di Bukit Waung, Sumberoto, Kecamatan Donomulyo terlalu kencang yaitu sekitar 25 kilometer per jam.

Baca juga:  PERINGATAN HARI ULANG TAHUN KE -72 POMAU DI LANUD PANGERAN M. BUN YAMIN

Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Hesly Paat melalui Kepala Pembinaan Potensi Dirgantara (Kabinpotdirga) Letkol Sus M, Isa Suneth, S.H., berupaya memantau pelaksanaan latihan paralayang berjalan aman melalui peninjauan dan memotivasi pelatih dan peserta. Pada Selasa, (11/8/2020) sebagai tanggal HUT Arema FC, Kabinpotdirga Lanud Abdulrachman Saleh dan peserta pelatihan paralayang nampaknya cukup bergembira karena di lokasi landing Paralayang Kelurahan Songgokerto dihiasi bendera raksasa Arema. Sehingga para peserta dapat landing di sasaran dengan tepat di atas bendera raksasa tersebut. Salah satu Instruktur Paralayang Lanud Abdulrachman Saleh Peltu Sugeng Susanto,  di lokasi pendaratan paralayang Songgokerto menyampaikan pemasangan bendera raksasa tersebut atas ide dari Aremania Korlap Batu.

Mengenai aktifitas pelatihan paralayang sendiri, Peltu Sugeng Susanto menyampaikan hingga di minggu keempat para peserta telah terbang rata-rata lebih dari 40 kali, sebagai jumlah minimal lulus dari pelatihan. Mereka terbang menggunakan sepuluh parasut secara bergantian. Ditambahkannya di minggu keempat kini pemantauan/mengarahkan terbang para siswa melalui komunikasi handytalkie telah cenderung landai, karena para siswa telah cukup baik gerakan terbangnya mulai dari take off, terbang dan mendarat.  Tiap-tiap siswa umumnya menempuh jarak terbang sekitar  800 meter dengan waktu terbang sekitar 10 menit.

Baca juga:  Forum Komunikasi Dengan Perwira Siswa Beasiswa Di Lanud Surabaya

Di pihak lain Lurah Songgokerto Dian Saraswati, S.E., M.M., sebagai pemangku kewilayahan Kelurahan Songgokerto menyampaikan bahwa lokasi landing paralayang Songgokerto merupakan salah satu unggulan bagi masyarakat dan Kelurahan Songgokerto. Ke depan lokasi landing paralayang tersebut akan dikembangkan dan dilengkapi sarana prasarana juga fasilitasnya agar menjadi salah sport center di Kota Batu. Guna mempermudah harapan tersebut perlu adanya komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait seperti halnya dengan Lanud Abdulrachman Saleh.  Dengan adanya Kabinpotdirga dan Bintara Pembina Angkasa (Babinsa) dari Lanud Abdulrachman Saleh diharapkan akan mempermudah komunikasi dan koordinasi antara kelurahan dengan Lanud Abdulrachman Saleh terkait dengan aktifitas dan hal-hal olah raga kedirgantaraan paralayang.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel