Berita

NUZULUL QURAN 1431 HIJRIAH PRAJURIT TNI AU DI KALIJATI

Dibaca: 18 Oleh 01 Sep 2010Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Keluarga Besar TNI Angkatan Udara di Kalijati yang terdiri prajurit, siswa dan PNS dari tiga satuan meliputi Lanud Suryadarma, Wingdiktekkal dan Kompi “B” BS Paskhas serta siswa SMK Angkasa Kalijati memperingati peristiwa Nuzulul Quran 1431 Hijriah di Masjid Jami Ar’ Rohman, Kalijati, Selasa pagi (31/8).  Acara di hadiri para pejabat Lanud Suryadarma, Wingdiktekkal, Kompi B “BS” Paskhas juga mengundang pengurus Ibu-ibu PIA Ardhya Garini dan Persatuan Purnawirawan Angkatan Udara (PPAU) Kalijati.  

Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan kalam ilahi dan sari tilawahnya, sambutan komandan dan hikmah peringatan Nuzulul Quran oleh Drs H Moh. Musa Msi., Kepala Badan Amal Zakat Kabupaten Subang, Pimpinan Pondok Pesantren Yapata Kalijati dan mantan Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Subang. Dalam sambutannya Komandan Lanud Suryadarma Kol. Pnb Irwan Is. Dunggio, S.Sos., menyampaikan peringatan Nuzulul Quran merupakan salah satu upaya penghormatan terhadap peristiwa turunnya Al Quran sebagai kitab suci dan pedoman umat muslim. Dengan adanya Kitab Suci Al-Quran, diharapkan kehidupan manusia di dunia mencapai derajat yang bermartabat dan beradab.

Baca juga:  Kebersihan Tanggung Jawab Bersama

Hal ini dimungkinkan karena di dalam Al-Quran terdapat berbagai norma kehidupan bagi umat manusia dalam menjalani kehidupan di dunia agar mencapai kesejahteraan dan ketentraman bahkan kebahagiaan yang kekal, di akhirat kelak. Oleh karena itu, Danlanud Suryadarma mengajak anggota TNI AU di Kalijati untuk melaksanakan dua hal pertama mempelajari Al-Quran dan menghayati maknanya agar dalam kehidupannya senantiasa dalam petunjuk Allah Subhana Wataala dan kedua sesuai ayat pertama Al-Quran maka kebiasaan membaca perlu dibudayakan karena dengan membaca kita memperoleh ilmu pengetahuan. “Melalui Ilmu Pengetahuan wawasan kita menjadi luas sehingga pengamalan agama tidak asal-asalan/buta”, demikian Danlanud Suryadarma. 

Sedangkan penceramah Ustadz Drs H. Moh. Musa Msi., menguraikan hikmah Nuzulul Quran menyampaikan arti penting Al-Quran yang diturunkan Allah Subhanahu Wataala melalui perantaraan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW di Kota Mekkah dan Madinah selama sekitar 23 tahun. Diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang buta huruf mengandung makna bahwa Al-Quran bukanlah ciptaan Nabi Muhammad SAW melainkan benar-benar firman Allah SWT. Demikian pula diturunkannya secara berangsur-angsur di tanah Arab bertujuan agar para sahabat dapat menghapalkannya secara baik dan benar.  “Saat ini untuk mempelajari Al Quran kita telah dimudahkan dengan adanya berbagai cetakan beserta terjemahannya, namun bagi umat muslim yang baru memelajarinya harus dalam bimbingan guru karena antara bacaan dan tulisan dalam bahasa Arab di Al Quran tidak sama artinya”, demikian Ustadz Moh. Musa. 

Baca juga:  LOMBA MEWARNAI TINGKAT TK DI LANUD NGURAH RAI

Sebagai penutup Ustadz mengajak untuk mengamalkan isi Al Quran dalam kehidupan sehari-hari dengan tiga kesadaran yaitu sadar diri, sadar situasi dan sadar posisi.  Sadar diri diartikan kita sebagai manusia sama-sama sederajat maka harus saling menghargai dan menghormati agar tidak timbul prasangka, sadar situasi bermakna dalam kehidupan kita ada hal-hal yang positif dan negatif, kita harus memilih yang positif dan sadar posisi kita memiliki tugas masing-masing, harus menjalankannya dengan baik dengan tidak meninggalkan tuntunan agama. 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel