Berita

Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer TNI tahun 2015

Dibaca: 39 Oleh 13 Jan 2015Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Bertempat di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar Pukul 08.00 Wita, Selasa (13/01) dilaksanakan apel gelar pasukan gabungan TNI POLRI dalam rangka Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer TNI tahun 2015.

Hadir dalam acara gelar Pasukan tersebut Komandan Pangkalan TNI AU Ngurah Rai yang diwakili oleh Kadisops Lanud Ngurah Rai Mayor Nav Sony Benni S. MSi. (Han) beserta para Perwira pejabat Lanud Ngurah Rai, Kasdam IX Udayana Brigjen TNI Ruslian Hariadi, Kapolda Bali Irjen Pol A.J Benny Mokalu, Danrem 163/Wsa Kolonel Inf. Heri Wiranto, Danlanal Denpasar Kolonel Laut (S) Julius Widjojono, Para Pejabat TNI dan Polri Provinsi Bali, diikuti oleh para peserta apel gelar operasi gaktib yang terdiri dari Personel POM TNI dan personel TNI AD, TNI AL, TNI AU serta Kepolisian.

Dengan tema “Melalui Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer TNI Kita tingkatkan disiplin dan ketaatan Hukum bagi prajurit TNI guna mewujudkan Prajurit yang memiliki jiwa Patriot sejati, Profesional dan dicintai rakyat”.

Baca juga:  Danlanud Adisutjipto Pimpin Upacara Peringatan ke-73 Hari Bakti TNI AU

Bertindak selaku Inspektur Upacara Kasdam IX Udayana Brigjen TNI Ruslian Hariadi, acara diawali dengan pemeriksaan Pasukan. Selanjutnya Amanat Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko yang dibacakan oleh Irup. Dalam amanatnya Panglima TNI menyampaikan bahwa, realita kehidupan bermasyarakat, seringkali penerapan hukum, norma dan disiplin tidak efektif artinya hukum dan disiplin yang tidak efektif atau pelaksana hukumkah sesungguhnya yang berperan untuk mengefektifkan hukum tersebut, menurutnya persoalan efektivitas hukum mempunyai hubungan yang sangat erat dengan persoalan penerapan, pelaksanaan dan penegakan hukum, baik di lingkungan TNI maupun dalam masyarakat demi tercapainya tujuan hukum.

Oleh karena itu Panglima TNI berharap, opsgaktib dan yustisi tahun 2015 harus dikembangkan ke arah peningkatan kapasitas petugas dan subyek hukum melalui upaya edukasi, karena esensi gaktib dan yustisi adalah proses lanjutan dari upaya pencegahan pelanggaran hukum, secara substansial penegakan hukum atau penyelenggaraan hukum, baik hukum positif, tata tertib maupun disiplin pada hakikatnya bukan hanya mencakup law enforcement semata, namun juga peace maintenance, karena penyelenggaraan hukum sesungguhnya merupakan proses penyerasian antara nilai kaedah dan pola perilaku nyata, yang bertujuan untuk mencapai kedamaian, keamanan dan ketertiban disamping itu, faktor sarana atau fasilitas pendukung mencakup perangkat lunak dan perangkat keras menjadi faktor penting dalam penegakan hukum, dalam rangka menyerasikan peranan yang seharusnya dengan peranan yang aktual.

Baca juga:  Danlanud Sam Ratulangi Hadiri Lounching Dapur Umum TNI-Polri dan Pemprov Sulut

Lebih lanjut dalam amanatnya Pang TNI menyampaikan bahwa pendidikan petugas dan penyuluhan terhadap subyek hukum merupakan piranti lunak yang perlu dilaksanakan, guna optimalisasi penegakan hukum adanya derajat kepatuhan hukum dan meningkatnya disiplin prajurit merupakan salah satu indikator berfungsinya hukum yang bersangkutan, sikap prajurit atau masyarakat yang apatis dan menganggap tugas penegakan hukum, tata tertib dan displin semata-mata urusan polisi militer atau polisi, hal ini menjadi salah satu faktor penghambat dalam penegakan hukum.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel