Berita

Operasi Laser Attack

Dibaca: 14 Oleh 10 Jul 2017Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin kembali melakukan operasi Laser Attack atau gangguan pancaran sinar laser genggam atau pointer yang dipancarkan langsung ke pesawat saat melakukan penerbangan. Hal tersebut sangat mengganggu dan dapat berdampak sangat fatal terhadap keselamatan penerbangan.

Tim gabungan Satgas Laser Attack yang dimotori tim intelijen Lanud Sultan Hasanuddin bersama Otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan Makassar Air Traffic Service Center, menggelar operasi yang dibentuk 3 tim yang diterjunkan ditiga lokasi yakni di sekitar BTP Makassar, jembatan kembar Gowa, serta di sepanjang jalan dalam kota Makassar, selama operasi setidaknya telah berhasil menemukan beberapa titik yang kerap menjadi tempat munculnya sinar laser secara tiba-tiba, diantaranya disekitar BTP Makassar sekira pukul 17.30 hingga 21.00 tercatat 5 kali pancaran sinar laser tepat diarahkan ke pesawat.

Selain melakukan sweeping tim Satgas juga secara terus menerus memberikan sosialisasi serta pemahaman kepada masyarakat khususnya para penjual laser pointer tentang bahaya penggunaan sinar laser yang diarahkan ke pesawat pada saat terbang yang dapat berakibat fatal terhadap keamanan dan keselamatan penerbangan.

Baca juga:  Letkol Pnb Suryo Patmonobo.S.Sos Jabat Komandan Skadron Udara 6

Sementara Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Bowo Budiarto,SE menegaskan cahaya yang dihasilkan oleh laser tersebut dapat menjadi ancaman keselamatan pada situasi yang penting dan pada jarak tertentu penerbang akan mengalami hilangnya konsentrasi, gangguan penglihatan bahkan kebutaan sementara.

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan laser pointer sesuai fungsinya, sekaligus mengharapkan adanya bantuan maupun kerjasama dengan masyarakat, apabila melihat atau menemukan oknum warga masyarakat yang menggunakan laser diarahkan ke pesawat terbang agar segera mengambil tindakan pencegahan. Perlu diketahui bahwa tindakan penggunaan laser pointer ke pesawat merupakan tindakan yang melanggar UU RI tahun 2009 tentang penerbangan dengan ancaman 3 tahun penjara, demikian ungkapnya.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel