Berita

Operasi Pertahanan Udara Pagar Terdepan Keamanan Nasional

Dibaca: 36 Oleh 14 Apr 2014Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Dua pesawat tempur F-16 TNI AU berhasil menyergap pesawat ringan bermesin tunggal jenis JHONS SA29 dengan callsign N54JX. pesawat ini melanggar wilayah udara Indonesia di Sumatera bagian utara dan pada tanggal 10 April 2014 dipaksa mendarat pada pukul 12.30 di lanud Suwondo medan. Setelah berhasil dipaksa mendarat, diketahui pesawat yang diawaki oleh Capt. Heins Pieier berkebangsaan Swiss ternyata tidak memiliki perijinan melewati wilayah udara Indonesia. 

Pada pkl. 11.32 wib Pusat Operasi Kosekhanudnas III memberi informasi ke pada flight F-16 di Lanud Suwondo Medan bahwa terdapat sebuah obyek terbang tak dikenal yang ditangkap oleh radar Pertahanan Udara Kohanudnas di, Sabang dan Lhok Seumawe. Hal yang cukup mengesankan karena ukuran pesawat yang kecil namun bisa ditangkap dan diikuti oleh radar pertahanan udara kita. Posek III menentukan bahwa sasaran (lasa X) yang berada di arah radial 280, jarak 220 nm (400 km) dari kota Medan dengan ketinggian 11.000 feet , kecepatan 250 knot (400 km/jam) dan arah terbang (heading) 110, disebut diketahui tidak memiliki ijin “Flight Clearance” dari Kementerian Perhubungan. Proses identifikasi elektronik dengan cepat dilakukan karena semua data penerbangan dan perijinannya terdapat di Flight Clearance Information System (FCIS) yang terkoneksi antara Mabes TNI, Kohanudnas, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Luar negeri. 

Baca juga:  RIBUAN WARGA TNI AU PADATI TAXI WAY SKADRON UDARA 5

Pada pkl.11.45 wib, Pangkohanudnas Marsda TNI Hadiyan Sumintaatmaja setelah menerima laporan dari Pangkosekhanudnas II Marsma TNI Sungkono memerintahkan agar dilakukan intersepsi untuk melakukan identifikasi secara visual terhadap pesawat tak dikenal ini. Komandan Skadron Udara 3 Letkol.Pnb.Firman Dwicahyo atas perintah “Scramble” (penyergapan) oleh Pangkosekhanudnas III segera mengirimkan sepasang pesawat F_16 dengan callsign “Falcon Flight” melaksanakan penyergapan. Berkat latihan yang intensif, maka para penerbang F-16 TNI AU hanya memerlukan waktu beberapa menit dari pesawat parkir di apron Lanud Medan untuk menyalakan mesin, taxy dan segera tinggal landas. Lima menit kemudian, pada pkl. 11.51 dua pesawat F-16 sudah tinggal landas dari Lanud Suwondo menuju sasaran yaitu pesawat tak dikenal. 

Pesawat leader “Falcon Flight “adalah sebuah F-16 B dengan Tail number TS-1602 dengan pilot Mayor Pnb Bambang Apriyanto dan Lettu Pnb Yusuf Atmaraga dan pesawat wingman adalah sebuah F-16 A dengan nomor ekor TS-1611 dengan pilot Lettu Pnb Ferry Rachman. Ground Control Interceptor Officer dari Kosek III mengendalikan penyergapan dan pada pkl.12.25 wib Falcon flight melaporkan berhasil “visual contact” sebuah pesawat propeller tipe Swearingen SX 300 berwarna merah dengan nomor registrasi N 54JX di arah radial 260, jarak 60 nm (100 km), ketinggian 11.000 feet dari kota Medan. Leader F-16 melakukan komunikasi radio menanyakan tujuan penerbangan, untuk mengkonfirmasi ketiadaan ijin lintas sesuai informasi Kohanudnas, selanjutnya memerintahkan pesawat mengarah ke medan untuk mendarat di landasan lanud Suwondo. Praktis saat ditangkap pesawat sedang terbang “countour Flying” diantara puncak-puncak pegunungan Bukit Barisan.. Pesawat ini diketahui berangkat dari Sri Lanka menuju Bangkok dengan rencana short stop di Bandara Subang, Malaysia. 

Baca juga:  Upacara Bendera 17-an Bulan Februari 2018 di Lanud Sjamsudin Noor

Akhirnya pada pkl. 12.44 wib pesawat single pilot ini mendarat di eks Apron bandara Polonia di Lanud Soewondo Medan serta segera diperiksa oleh personil pengamanan TNI AU dari Pom AU, Yonko 469 paskhas dan Intelijen TNI AU untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut. Diketahui penerbangnya seorang berkebangsaan Swiss dengan nama Capt. Heins Pieier. Segera dilakuan pemeriksaan terhadap identitas passport, rencana penerbangan dan barang-barang pribadi termasuk kamera, ipad, sepeda lipat, tenda kecil dan peta penerbangan. 

Dari hasil pemeriksaan diketahui pilot belum melengkapi perijinan untuk melintas wilayah udara Indonesia. Penerbang asing ini dan pesawatnya dengan terbang melintasi wilayah udara Indonesia tanpa perijinan lengkap telah melanggar UU No.1 Tahun 2009 tentang penerbangan dan Peraturan Dirjen Perhubud No. Skep/195/XI/2008 tentang pelaksanaan Persetujuan Terbang (Flight Approval). Selama menjalani pemeriksaan dan menyelesaikan perijinan serta sanksi denda maka penerbang asing tersebut diinapkan di VIP Room Eks bandara Polonia medan dengan diamankanoleh personil Lanud Soewondo. 

Operasi Penyergapan yang sukses dilaksanakan oleh Kohanudnas membuktikan kembali bahwa Pesawat-pesawat tempur dan Radar pertahanan Udara TNI AU terbukti selalu “Siaga Senantiasa” selama 24 jam mengawasi ruang udara nasional untuk melindungi keamanan nasional kita.

Baca juga:  KUKER KETUA PIA AG CAB 6/G II WINGDIKUM KE PIA RANTING

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel