Berita

Operasi Udara Pertama Berhasil Torehkan Tinta Emas

Dibaca: 2 Oleh 29 Jul 2016Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Peristiwa heroik yang terjadi 69 tahun silam, yaitu pada tanggal 29 Juli 2047 telah menorehkan tinta emas, perjuangan dan pengabdian TNI Angkatan Udara kepada negara tercinta ini. Serangan udara pada pagi hari oleh para Kadet Penerbang yaitu Kadet Penerbang Mulyono, Sutarjo Sigit dan Suharnoko Harbani ditujukan terhadap kedudukan Penjajah Belanda di Salatiga, Ambarawa, dan Semarang yang merupakan operasi udara yang pertama kali dan menjadi cikal bakal operasi udara, yang terus dikembangkan oleh TNI Angkatan Udara. Demikian penjelasan Kasau dalam sambutannya yang dibacakan oleh Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI H. RM. Djoko Senoputro, S.E., pada upacara Peringatan ke-69 Hari Bhakti TNI Angkatan Udara di Taxy Way Lanud Abd Saleh (29/7).

Keberhasilan yang diraih tersebut harus dibayar mahal dengan ditembak jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA di Desa Ngoto dan gugurnya para pelopor dan perintis TNI Angkatan Udara. Nilai-nilai luhur dari sebuah pengabdian sekaligus pengorbanan dari kedua peristiwa tersebut, hendaknya dapat kita maknai pada setiap kegiatan memperingati Hari Bhakti TNI Angkatan Udara. Semangat pengabdian yang tulus, rela berkorban dan dedikasi yang tinggi, merupakan nilai luhur yang telah ditunjukan oleh para pelopor dan perintis TNI Angkatan Udara. Nilai-nilai luhur tersebut merupakan nilai yang bersifat kekal dan harus berkembang dan tumbuh subur dalam diri setiap prajurit TNI Angkatan Udara. Nilai-nilai tersebut akan tetap relevan dan tidak akan pernah rentan oleh kondisi lingkungan strategis yang terus berkembang sesuai dengan dinamika tata hubungan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Baca juga:  Ceramah Lambangja Di Lanud Atang Senjaya

Oleh karena itu, jatuhnya bom di tiga kota itu membuat Belanda malu kepada dunia dan marah besar kepada bangsa Indonesia. Dampak dari peristiwa itu, pesawat Dakota VT-CLA yang ditumpangi Tiga Perintis TNI AU (Komodor Muda Udara Adisutjipto, Komodor Muda Udara Abd Saleh, dan Opsir Muda Udara Adisoemarmo) dengan membawa misi kemanusiaan diberondong dengan membabi buta oleh pesawat pemburu Kitty Hawk milik penjajahBelanda. Meski penerbangan misi kemanusiaan itu telah mendapat ijin dari Pemerintah Pusat Belanda, namun bangsa Belanda yang menjajah Indonesia tidak mau mengindahkan kesepakatan itu. Wal hasil bangsa Indonesia utamanya TNI AU harus kehilangan tiga perintis utama itu sebagai akibat brutalnya penjajah belanda yang malu kepada dunia, sedangkan bangsa Indonesia yang harus membayar mahal dengan tiga perintis TNI AU.

Menyikapi besarnya bhakti para perintis dan pendahulu TNI AU, maka tanggal 29 Juli ditetapkan sebagai Hari Bhakti TNI AU, yang diperingati setiap tahun oleh seluruh Jajaran TNI AU dengan berbagai kegiatan bhakti sosial dan diakhiri dengan acara puncak berupa Upacara Kemiliteran. Upacara Kemiliteran dalam rangka memperingati Hari Bhakti TNI AU kali ini menjadi sangat bermakna, karena ditandai dengan pelepasan dengan Jajar Kehormatan para Anggota TNI AU dan PNS yang telah memasuki Purna Tugas dengan penugasan terakhir di Lanud Abd saleh. Atas dedikasi para purnawirawan itu selama pelaksanaan tugasnya, Komandan Lanud Abd Saleh, Marsma TNI H RM Djoko Senoputo, SE. memberikan Piagam Penghargaan dan Cinderamata kepada 66 orang Purnawirawan Lanud Abd Saleh.

Baca juga:  Ceramah Kesehatan HIV/AIDS Dan Narkoba Di Lanud Leo Wattimena

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel