Berita

Operasi Udara Pertama Menggemparkan Dunia

Dibaca: 176 Oleh 31 Jul 2017Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Seluruh bangsa Indonesia merasa bangga karena kekuatan udara Indonesia yang masih muda belia telah mampu menggemparkan dunia dengan menjatuhkan bom di tiga kota kedudukan Penjajah Belanda di Salatiga, Ambarawa, dan Semarang. Peristiwa itu menjadi berita besar seantero dunia karena beberapa hari sebelumnya Pemerintah Belanda telah melakukan provokasi dunia bahwa Pemerintah dan kekuatan bersenjata Indonesia sudah tidak ada, yang ada hanya ekstrimis. Oleh karena itu, jatuhnya bom di tiga kota itu membuat Belanda malu kepada dunia dan marah besar kepada bangsa Indonesia. Dampak dari peristiwa itu, pesawat Dakota VT-CLA yang ditumpangi Tiga Perintis TNI AU (Komodor Muda Udara Adisutjipto, Komodor Muda Udara Abd Saleh, dan Opsir Muda Udara Adisoemarmo) dengan membawa misi kemanusiaan diberondong dengan membabi buta oleh pesawat pemburu Kitty Hawk milik penjajahBelanda. Meski penerbangan misi kemanusiaan itu telah mendapat ijin dari Pemerintah Pusat Belanda, namun bangsa Belanda yang menjajah Indonesia tidak mau mengindahkan kesepakatan itu. Wal hasil bangsa Indonesia utamanya TNI AU harus kehilangan tiga perintis utama itu sebagai akibat brutalnya penjajah belanda yang malu kepada dunia, sedangkan bangsa Indonesia yang harus membayar mahal dengan tiga perintis TNI AU.

Baca juga:  Lanud Tanjungpinang Silatuharahmi Dengan Warakawuri Dan Purnawirawan

Menyikapi besarnya bhakti para perintis dan pendahulu TNI AU, maka tanggal 29 Juli ditetapkan sebagai Hari Bhakti TNI AU, yang diperingati setiap tahun oleh seluruh Jajaran TNI AU dengan berbagai kegiatan bhakti sosial dan diakhiri dengan acara puncak berupa Upacara Kemiliteran. Upacara Kemiliteran dalam rangka memperingati Hari Bhakti TNI AU kali ini menjadi sangat bermakna, karena ditandai dengan pelepasan dengan Jajar Kehormatan para Anggota TNI AU dan PNS yang telah memasuki Purna Tugas dengan penugasan terakhir di Lanud Abd saleh. Atas dedikasi para purnawirawan itu selama pelaksanaan tugasnya, Komandan Lanud Abd Saleh, Marsma TNI Julexi Tambayong memberikan Piagam Penghargaan dan Cinderamata kepada masing-masing Purnawirawan.

Sementara Kasau, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam sambutannya yang dibacakan oleh Komandan Lanud Abd Saleh menyampaikan bahwa setiap tahun kita memperingati hari Bhakti TNI Angkatan Udara dan selalu disampaikan lintasan sejarah dari peristiwa tanggal 29 juli 1947. Mencermati hal tersebut, ada dua peristiwa penting, yaitu jiwa patriotisme dengan menorehkan tinta emas perjuangan TNI Angkatan Udara kepada bangsa dan negara Indonesia, melalui keberhasilan dari serangan Operasi Udara pertama. Peristiwa kedua, yaitu duka cita yang mendalam, karena Gugurnya putra-putra terbaik bangsa dalam misi kemanusiaan.

Baca juga:  Penggunaan seragam militer oleh Sipil, SEBAIKNYA DIHENTIKAN KARENA “MEMBAHAYAKAN” WARGA SIPIL

Untuk mengenang hari bersejarah ini, dari peristiwa tersebut, banyak nilai-nilai kepahlawanan yang tidak pernah lekang oleh waktu, diantaranya semangat pengabdian yang tulus, rela berkorban untuk negara dan bangsa, serta tidak mudah menyerah, yang telah ditunjukan oleh para pelopor dan perintis TNI Angkatan Udara menjadikan bukti nyata dari jiwa ksatria, militan dan loyal kepada Ibu Pertiwi.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel