Berita

Optimalkan Intensitas Kerja Serta Senantiasa Mampu Mengantisipasi Setiap Tantangan Tugas

Dibaca: 6 Oleh 18 Jun 2015Tidak ada komentar
9b842766a265b99c2bf19666b186f743
#TNIAU 

Selama bulan suci yang penuh berkah ini, saya berharap kita semua mampu mengoptimalkan intensitas kerja serta senantiasa mampu mengantisipasi setiap tantangan tugas yang dihadapi, sehingga dapat mengatasi berbagai kendala yang ada, sekaligus merubahnya menjadi peluang bagi keberhasilan pencapaian tugas yang kita emban sesuai dengan tanggung jawabnya

Demikian sambutan tertulis Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Agus Supriatna yang dibacakan Kepala Staf Kohanudnas (Kas Kohanudnas) Marsma TNI Supriharsanto pada saat upacara Bendera 17-an di lapangan apel Makohanudnas Halim Perdanakusuma, Jakarta Rabu ( 17/6), yang diikuti oleh para pejabat Kohanudnas dan Kosekhanudnas I serta anggota Kohanudnas dan Kosekhanudnas I.

Lebih lanjut disampaikannya, Disamping itu, setiap tantangan yang timbul hendaknya dijadikan pendorong untuk menyatukan tekad dan semangat pengabdian kita sebagai prajurit dan PNS TNI AU, demi kejayaan bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai bersama”, Hal tersebut diatas, tentunya merupakan salah satu nilai ibadah, karena tugas dan tanggung jawab yang selama ini kita laksanakan adalah rahmat, berkah dan kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, katanya.

Baca juga:  Danlanud Mengikuti Upacara Taptu dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia di Kab. Mimika.

Diakhir amanatnya, KASAU menyampaikan untuk melengkapi ibadah yang kita kerjakan, mari kita secara bersama-sama meningkatkan tali silaturrahim untuk memperkuat kembali jalinan kebersamaan dan keterpaduan antara pemimpin dengan yang dipimpin maupun dengan sesama, sebagai bentuk amaliah nyata atas ajaran agama. Untuk itu saya mengajak kepada para prajurit dan seluruh warga TNI AU agar senantiasa mengaktualisasikan hikmah bulan puasa ini tidak saja dalam kehidupan pribadi tetapi dalam kehidupan kedinasan maupun dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Suku, agama, ras dan golongan serta latar belakang sosial budaya boleh berbeda dan beranekaragam. Akan tetapi, kita harus tetap utuh, merasa satu dan terus bersatu dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia, tegasnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel