Berita

“PACIFIC AIRLIFT RALLY 2007”

Dibaca: 5 Oleh 26 Mei 2010Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

“PACIFIC AIRLIFT RALLY 2007”:

LATIHAN BANTUAN BENCANA ALAM

 

“Pacific Airlift Rally 2007” adalah latihan bersama 19 negara untuk menanggulangi bahaya bencana alam yakni gempa-bumi (Earthquake) seperti terdeteksinya adanya patahan lempengan Australia dan lempengan Sumba. Dan pusat gempa berada di Yogyakarta. Dampak dari gempa ini merambat dari pulau Jawa sampai ke Pulau Bali. Dengan keadaaan luluh-lantak TNI Angkatan Udara bersama US-PACOM melaksanakan evakuasi korban dan droping bantuan melalui udara. Demikianlah sebagian skenario latihan yang akan dilaksanakan dalam Pacific Airlift Rally 2007 mulai dari tanggal 20 sampai dengan 24 Agustus 2007.

 

Pembukaan latihan Pacific Airlift Rally 2007 ini diresmikan pembukaannya oleh Asisten Operasi Kasau Marsekal Muda TNI Edy Hardjoko di gedung pertemuan Puri Ardhya Garini Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (20/8), dan dihadiri oleh Panglima Komando Operasi I Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Gandjar Wiranegara beserta beberapa pejabat teras TNI Angkatan Udara.

 

Menurut Letkol Pnb Julexy Tambayong selaku FTX Coordinator yang sehari-harinya menjabat sebagai Pabandya Progar Paban I Sops yang juga adalah mantan Komandan Skadron Udara 31, bahwa dalam latihan FTX (Field Training Exercise) selain latihan CPX (Command Post Exercise) dilaksanakan penerjunan barang dengan teknik tertentu (CDS=Container Delivery System), HE (Heavy Equipment) dan Bundle Drop serta drooping pasukan (Static and Free-Fall).

Baca juga:  Casis Setukpa Lanud Rembiga Terima Arahan Sesdisdikau

 

“Dalam keadaan medan yang sangat tidak memungkinkan untuk diadakan pendaratan pasukan akibat gempa bumi yang telah meluluhlantakkan run-way, Pasukan Khas TNI Angkatan Udara tetap melakukan pendaratan pada Short Field Landing,” jelasnya.

 

Lebih lanjut dikatakan, kegiatan ini diadakan dua tahun sekali, sebenarnya tuan- rumah untuk kegiatan ini adalah US PACOM dan Indonesia sebagai Co-Host atau Host Nation, dengan melibatkan 19 negara seperti Amerika Serikat, Indonesia, Australia, Bangladesh, Brunei Darussalam, Kamboja, Kanada, India, Malaysia, Mongolia, Nepal, Papua New Guinea, Madagaskar, Philipina, Singapura, Sri-Langka, Thailand, Kongo, Vietnam. Pesawat yang digunakan C-17 Globemaster dan C-130 dari USAF, C-130 dari RMAF, AN-32 dari Bangladesh dan C-130 dari TNI Angkatan Udara.***(Pen Koopsau I).

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel