Berita

Pahlawanku Idolaku

Dibaca: 29 Oleh 10 Nov 2014Tidak ada komentar
Pahlawanku Idolaku
#TNIAU 

“Pahlawanku Idolaku’’ adalah tema yang diusung pada Peringatan Hari Pahlawan tahun 2014 kali ini dimaksudkan untuk menggugah semangat kebangsaan kepahlawanan sebagai ukuran nilai, baik sebagai “panutan” maupun figur idola pencarian jati diri.

Demikian salah satu bunyi amanat tertulis Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, M.A., yang dibacakan Dandepohar 40 Sulaiman, Kolonel Lek Kuat Sitanggang, M.Si (Han), saat bertindak sebagai irup, Senin (10/11), pada upacara memperingati hari pahlawan 10 November 2014 yang dilaksanakan di lapangan Merah Makorpaskhas Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung.

Mensos dalam sambutannya pun mengharapkan agar peringatan hari Pahlawan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus bahwa semangat juang dan semangat kebangsaan para pahlawan akan selalu terpatri di “dada” setiap insan indonesia dan menjadi kebanggaan atau idola sepanjang masa.

Sejarah perjalanan bangsa dan negara Indonesia menunjukkan bahwa untuk mendirikan negara kesatuan republik indonesia (NKRI) diperlukan perjuangan panjang. “NKRI tidak akan bisa berdiri menjadi negara yang merdeka berdaulat dan terhormat seperti saat ini, tanpa perjuangan para pejuang pendiri bangsa dan pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, pikiran serta hartanya,” Kata Dandepohar 40 saat membacakan amanat Mensos.

Baca juga:  Latihan Menembak Bertujuan Mengasah Kemampuan Personel

Dikatakan pula bahwa sejarah bangsa dan negara Indonesia mencatat, perjuangan untuk merebut kemerdekaan dan mendirikan NKRI membutuhkan ikatan persatuan dan ksatuan yang kuat. Komitmen para pejuang, pendiri bangsa dan para pahlawan untuk memersatukan bangsa ini melahirkan sikap kepahlawanan, kesetiakawanan sosial serta menguatkan memori kolektif bangsa saat itu, supaya berani bertindak nyata untuk melawan penjajahan dan ketertindasan akibat kolonialisme dan imperialisme.

Mensos pun menegaskan bahwa sikap kepahlawan merupakan sebuah perwujudan tindakan pengorbanan yang penuh militansi. Sikap kesetiakawanan sosial adalah perwujudan dari kepekaan sosial atau batin. Kita harus memaknai semua itu bukan hanya sekedar ungkapan saja, tetapi harus dijadikan sebagai kekuatan moral yang dapat diterapkan di semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara untuk indonesia pada masa kini dan mendatang.

Upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November 2014 tersebut selain diikuti Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Djamaluddin,M.Si (Han), para komandan satuan jajaran Lanud Sulaiman juga diikuti oleh para perwira, bintara, tamtama, dan pegawai negeri sipil baik dari Lanud maupun insub.

Baca juga:  Lanud HLO: TK Angkasa Hiasi Misi Hercules A-1333

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel