Pustaka

Pakai Sukhoi dan F-16, AU Kurangi Ketergantungan pesawat tempur

Dibaca: 11 Oleh 10 Jan 2013Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 
Pakai Sukhoi dan F-16, AU Kurangi Ketergantungan pesawat tempur

CILANGKAP–Pesawat tempur Angkatan Udara Indonesia kini sangat beragam, ada yang diproduksi Rusia, Brasil maupun Amerika. Kondisi itu bagian dari strategi mengurangi ketergantungan dengan salah satu negara penyedia teknologi pesawat.

Indonesia memiliki 10 Sukhoi produksi Uni Soviet. Sebanyak enam pesawat jenis serupa dijadwalkan datang Februari tahun ini sehingga terbentuk satu skuadron dengan 16 pesawat.

Selain itu, AU juga memiliki pesawat tempur F 16 yang diproduksi Amerika. Bahkan Negeri Paman Sam itu akan menghibahkan 24 unit F-16 dan direncanakan ditambah.

Meski kini Amerika menawarkan hibah pesawat, Indonesia sampai akhir 1990-an diembargo Amerika terkait onderdil F 16.

Ditanya soal beragamnya asal pesawat tempur Indonesia untuk menghindari embargo, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI Azman Yunus menjawab diplomatis. “Jawabannya bisa ya dan tidak. Siapa yang bisa memprediksi politik dunia ini? Bisa saja besok berubah,” jelasnya di Mabes AU di Cilangkap, Selasa (8/1).

Dia menilai beragamnya pesawat tempur Indonesia saat ini harus disikapi positif, termasuk mempelajari teknologi.

Sementara AU hingga 2014 akan menambah alat utama sistem senjata (alutsista) 102 pesawat baru terdiri dari F-16, T-50, Super Tucano, CN-295, Hercules, Helicopter Cougar, Grop, KT-1, Boeing 737-500, maupun radar.

Sejumlah pesawat itu akan didistribusikan ke sejumlah wilayah, termasuk kawasan yang berdekatan dengan negara tetangga. “Ya untuk F16 ditaruh di Pekanbaru, itu untuk meng-cover malaka dan dari situ cepat diarahkan ke arah utara, Medan atau Aceh,” tegasnya.

Dia menegaskan di Pontianak juga disiagakan pesawat. Banyaknya penambahan pesawat menurutnya sudah disesuaikan dengan penambahan pilot yang direkrut sebanyak 30 orang per tahun.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Ida Bagus Putu Dunia mengatakan penambahan alutsista AU bisa meningkatkan daya tawar Indonesia. “Kekuatan Angkatan Udara merupakan salah satu komponen kakuatan bargaining power menyelesaikan konflik antarnegara,” jelasnya.

Sumber: www.bisnis.com

Baca juga:  Peran Kohanudnas Menjadi Unsur Penting Menjaga Keutuhan NKRI

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel