TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Pancasila dan UUD 1945 Dalam Bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika

By 02 Jun 2017Berita
c130_hercules_indonesian_air_force_approaching

Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. Adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita. Demikian sambutan Presiden RI Joko Widodo yang dibacakan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Bowo Budiarto, S. E. selaku Inspektur Upacara memperingati Hari Lahir Pancasila, Kamis (1/6), di apron Galaktika Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.

Upacara yang penuh khidmat itu, diikuti seluruh anggota Lanud Sultan Hasanuddin, Wing 2 Paskhas, Batalyon Komando 466 Paskhas dan Denhanud 472 Paskhas baik militer maupun Pegawai Negeri Sipil.

Presiden RI menambahkan,”Kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. Kebhinnekaan kita sedang diuji. Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebinekaan dan keikaan kita. Saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila. Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong”

“Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingakai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah tersebut. Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri. Dengan Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil dan makmur di tengah kemajemukan”, tambah Presiden RI.

Presiden RI juga mengharapkan untuk seluruh anak bangsa harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila, menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan serta kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong dan toleran.

Selain itu, anak bangsa juga harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila dan Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang Anti Pancasila, Anti-UUD 1945, Anti-NKRI, Anti-Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia.

Diakhir sambutannya Presiden menyampaikan untuk menjaga perdamaian, persatuan dan persaudaraan diantara anak bangsa. “Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu, bergotong royong demi kemajuan Indonesia”, imbuhnya.

 

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

Pancasila dan UUD 1945 Dalam Bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika