Berita

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA DAN FALSAFAH HIDUP BANGSA INDONESIA

Dibaca: 637 Oleh 17 Jun 2011Tidak ada komentar
9b842766a265b99c2bf19666b186f743
#TNIAU 

“Pancasila sebagai ideologi negara dan falsafah hidup bangsa Indonesia mengandung tiga macam nilai, yaitu nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praksis.”, Demikian sambutan Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., yang dibacakan Komandan Wingdiktekkal, Kolonel Tek Agus Yulianto selaku inspektur upacara pada saat upacara 17-an dengan anggota TNI Angkatan Udara se-Bandung Raya di lapangan apel Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara, Bandung (17/6). 

Dalam sambutannya, Panglima TNI menjelaskan ketiga macam nilai yang terkandung di dalam Pancasila. Pertama, nilai dasar yang berarti sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia, nilai dasar tersebut meliputi kelima sila dalam Pancasila. Kedua, nilai instrTNIumental merupakan nilai yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan nilai-nilai dasar, jika dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dikenal dengan norma moral, sedangkan jika dikaitkan dengan suatu organisasi atau negara, maka nilai-nilai itu diwujudkan dalam arah kebijakan atau strategi yang bersumber pada nilai dasar. Ketiga, nilai praksis merupakan pelaksanaan secara nyata dari nilai-nilai dasar dan nilai instrumental. 

Baca juga:  PASKHAS 463, LAKSANAKAN PAMRAHWAN DI PAPUA DAN MALUKU

Pada bulan Juni ini merupakan akhir program dan anggaran periode semester I, sehingga Panglima TNI mengharapkan masing-masing satuan kerja (satker) di jajaran TNI harus sudah menyiapkan laporan pelaksanaan program dan anggaran periode semester I berikut hasil evaluasi pelaksanaan program dan anggaran pada triwulan I dan II dikaitkan dengan pokok-pokok kebijakan Panglima TNI secara bertanggung jawab, jujur, transparan, akuntabel dan tepat waktu, sebagai realisasi komitmen TNI dalam reformasi birokrasi guna mendukung kebijakan pemerintah clean government and good governance. 

“Laporan pelaksanaan dan evaluasi program dan anggaran merupakan alat kendali bagi satker guna mengetahui dan memahami segala kemajuan dan kendala yang dihadapi dalam pencapaian program dan anggaran dengan tujuan meningkatkan kinerja satker yang bersangkutan pada periode.”, lanjut Danwingdiktekkal membacakan amanat Panglima TNI. 

Panglima TNI dalam sambutannya mengatakan bahwa hasil audit BPK terhadap laporan pelaksanaan program dan anggaran TNI tahun 2010 mendapat predikat “Wajar Dengan Pengecualian”, guna menunjukan peningkatan kinerja di lingkungan TNI perlu diusahakan adanya peningkatan hasil audit BPK terhadap laporan pelaksanaan program dan anggaran TNI menjadi predikat “Wajar Tanpa Pengecualian” pada tahun 2011. 

Baca juga:  Dankoharmatau : Bertekad Tingkatkan Inovasi dan Prestasi

Di samping itu juga, Panglima TNI mengajak seluruh prajurit untuk berpartisipasi membantu pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi di lingkungan TNI, sebab tindak pidana korupsi digolongkan pada tindak kejahatan yang luar biasa (extra ordinary crime), karena berdampak luas terhadap kesejahteraan rakyat. 

Hadir dalam upacara tersebut Danlanud Husein Sastranegara, Kolonel Pnb Umar Sugeng Hariyono, para pejabat Lanud Husein Sastranegara, para pejabat Wingdiktekkal

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel