Berita

Pangkohanudnas : Tidak Boleh Lengah Dan Lupa Diri

Dibaca: 4 Oleh 18 Des 2014Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Operasi-operasi yang dilaksanakan dalam rangka menyelenggarakan upaya pertahanan keamanan atas wilayah udara nasional, maupun latihan-latihan yang dilaksanakan, dari mulai latihan satuan sampai pada latihan puncak Kohanudnas termasuk latihan Angkasa Yudha dan latihan Gabungan TNI , selama Tahun Anggaran 2014 telah terlaksana dengan baik. Namun demikian, kita tidak boleh lengah dan lupa diri. Kita harus tetap mawas diri dan harus mampu melihat kekurangan yang harus kita benahi, mengingat tuntutan tugas kedepan akan semakin berat. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin tetap menjadi motivasi kita dalam melaksanakan tugas. 

Hal tersebut ditekankan Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda TNI Hadiyan Sumintaatmadja dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Staf Kohanudnas Marsma TNI Barhim selaku Inspektur Upacara pada Upacara Bendera 17-an di Lapangan Apel Makohanudnas Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (17/12) yang diikuti oleh Pangkosekhanudnas I Marsma TNI Fahru Zaini, para pejabat Kohanudnas dan Kosekhanudnas I serta anggota Kohanudnas dan Kosekhanudnas I. 

Dikatakannya juga bahwa, akhir-akhir ini perkembangan lingkungan strategis, pada lingkup global, regional maupun nasional sangat dinamis. Disadari, bahwa ada suatu gerakan-gerakan yang langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap lunturnya nilai-nilai moral dan jati diri sebuah bangsa yang berujung pada kendornya jiwa persatuan dan kesatuan bangsa. Kondisi ini berawal dari munculnya krisis global yang menghimpit sektor ekonomi, pangan, energi, dan lainnya, sehingga mendorong sejumlah Negara untuk berusaha keluar dari krisis melalui berbagai cara termasuk diantaranya menciptakan isu-isu baru yang diusung dengan dalih demokratisasi, HAM, senjata pemusnah massal, lingkungan hidup, perubahan iklim dan berbagai kegiatan ilegal yang meliputi kejahatan transnasional, cyber crime, jaringan narkoba internasional dan terorisme. Hal ini mendorong terjadinya perubahan sikap mental dan moral bangsa yang cenderung keluar dari norma dan etika, 

Baca juga:  Rapat RKA-KL TA.2020 Di Manado

Lebih lanjut dikatakannya, dalam lingkup nasional, ada sekelompok masyarakat Indonesia yang ingin memisahkan diri dari NKRI, bahkan ingin merubah NKRI kedalam bentuk negara lain. Selain itu, maraknya aksi terorisme lokal maupun yang terkait dengan jaringan internasional, serta munculnya berbagai kerusuhan sosial maupun konflik komunal yang dipicu oleh krisis moral, kepercayaan, krisis pangan, energi, keadilan/hukum, budaya dan lainnya mengindikasikan bahwa pengaruh global telah mengilhami sendi kehidupan bangsa secara keseluruhan. Hal ini diperburuk oleh angka kemiskinan dan pengangguran, belum meratanya tingkat pendidikan dan pelayanan kesehatan serta kondisi alam indonesia yang rawan terhadap bencana alam. Untuk itu, Pangkohanudnas menekankan kepada seluruh anggota Kohanudnas dan jajaran untuk senantiasa mengikuti perkembangan situasi keamanan global, regional dan nasional, terutama perkembangan keamanan di daerah masing-masing. Terus tingkatkan kesiapsiagaan operasional satuan guna mengantisipasi setiap perkembangan yang terjadi.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel