Berita

PANGKOOPSAU I PIMPIN RAPAT DALAM RANGKA RENTINKON KOOPSAU I TAHUN 2013

Dibaca: 9 Oleh 01 Mar 2012Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Pangkoopsau I Marsekal Muda TNI Sunaryo memimpin Pengarahan dan Rapat dalam rangka penyusunan Rencana Tindakan Kontinjensi Koopsau I tahun 2013 di ruang Suryadarma, Makoopsau I, Rabu (29/2).

Pada kesempatan tersebut, Pangkoopsau I memberikan pengarahan sebagai masukan dalam menyusun kebijaksanaan Renkon Koopsau I yang antara lain mengatakan bahwa dalam lingkup regional, kondisi keamanan di kawasan Asia Tenggara cenderung stabil, namun demikian masih terdapat masalah klaim wilayah antar Negara serta sengketa perbatasan antar Negara tetangga yang belum terselesaikan. Terdapat dua Negara di kawasan Asian Tenggara yang cenderung berpengaruh terhadap stabilitas keamanan Indonesia yaitu Singapura dan Malaysia. Program reklamasi laut Singapura yang masih terus berlanjut dan pemberlakuan Flight Information Region (FIR) cenderung berpotensi menimbulkan permasalahan terkait dengan batas wilayah dan control wilayah udara Indonesia. Aksi profokasi berbahaya yang di lakukan oleh Negara tetangga di wilayah sengketa juga masih sering terjadi ditambah dengan pengembangan kekuatan dan gelar pasukan di perbatasan Indonesia-Malaysia cenderung terus semakin meningkat. Hal tersebut dapat berpotensi memicu terjadinya konflik antar Negara bertetangga di kawasan, lanjut Panglima.

Baca juga:  SATPROV KOSEKHANUDNAS I LAKUKAN SWEEPING

Sedangkan lingkup Nasional, Panglima menambahkan bahwa reformasi telah membuka kesempatan bagi berlangsungnya proses demokratisasi di Indonesia yang lebih trasparan, namun dalam pelaksanaannya cenderung di artikan sebagai kebebasan yang tidak terbatas, sehingga dapat mengakibatkan munculnya berbagai permasalahan di dalam negeri. Potensi konflik horizontal antar masyarakat kedepan kemunggkinan besar masih terjadi, antara lain disebabkan oleh sengketa Pilkada, masalah perbatasan yang belum tuntas akibat pemekaran wilayah, masalah sengketa lahan, masalah buruh maupun konflik yang bernuansa SARA. Selanjutnya yang perlu di antisipasi kedepan adalah terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, banjir, tanah longsor dan gempa bumi di wilayah Koopsau I dimana bencana alam tersebut sulit untuk diprediksi kapan terjadinya.

Dari beberapa arahan tersebut Panglima berharap kepada Tim Penyusun Renkon agar mencermati kecenderungan perkembangan lingkungan strategis yang mempunyai dampak/ pengaruh langsung terhadap wilayah Koopsau I, juga melaksanakan proses analisis dan perumusan kemungkinan ancaman/kontijensi baik dari dalam maupun luar secara cermat. Selain itu agar mengembangkan konsep strategi yang akan dilaksanakan secara konkrit dalam menghadapi ancaman/kontinjensi sebagai akibat rencana tindakan dan niat lawan/musuh. Panglima juga mengingatkan bahwa kesiapan alutsista yang terbatas saat ini tidak dijadikan sebagai alasan untuk mengurangi kebebasan bertindak atau bermanuver dalam menghadapi ancaman/kontinjensi.

Baca juga:  Lanud Silas Papare Ikuti Ziarah Rombongan

Dalam rapat tersebut dihadiri oleh Asops, Asintel, Aspers, Aslog Kaskoopsau I, Kalambangja Koopsau I dan beberapa staf Koopsau I.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel