Berita

Pangkoopsau I Waspadai “Narsisdent”

Dibaca: 1 Oleh 17 Des 2014Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I (Pangkoopsau I) Marsda TNI A. Dwi Putranto dalam sambutan tertulis pada upacara bendera 17-an memerintahkan kepada seluruh jajaran Koopsau I untuk mewaspadai narkoba, ISIS, zero accident (narsisdent).  Di Lanud Atang Sendjaja (Ats) sambutan tersebut dibacakan langsung Komandan Lanud Ats Marsma TNI Dedy Permadi, SE, MMDS, ketika bertindak sebagai inspektur upacara di apron Lanud Ats, Rabu (17/12).

Menurut Pangkoopsau I sampai saat ini narkoba telah menjalar ke berbagai komponen masyarakat, termasuk dikalangan TNI AU dan tidak menutup kemungkinan dikalangan jajaran Koopsau I.

Kondisi ini, jelasnya, sangat memprihatinkan, karena itu seluruh personel Koopsau I harus menghindari agar tidak terjebak narkoba karena menanggung resiko cukup berat baik pribadi, karier maupun keluarga, bahkan menghancurkan masa depan.

Perkembangan gerakan Islamic State of Iraq Syiria (ISIS) juga menjadi perhatian serius pejabat nomor satu dijajaran Koopsau I itu, karena menurutnya gerakan ISIS adalah gerakan yang berbahaya dan mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  “Ideologi ISIS bertentangan dengan Pancasila dan ISIS menyatakan bahwa Pancasila harus diperangi,” tuturnya.

Baca juga:  Skatek 043 Miliki Instalasi Peralatan Fuel Nozzle Stand dan Ultra Sonic Cleaner

Sebagai garda terdepan Pancasila dan NKRI, katanya, TNI dengan tegas menyatakan sikap bahwa ISIS tidak boleh berkembang di Indonesia, karena itu personel Koopsau I harus memahami dan melaksanakan sikap tegas tersebut.

Zero Accident bukanlah pekerjaan mudah, namun Pangkoopsau I tetap yakin dapat dilaksanakan dan di raih melalui serangkaian kerja yang cermat sesuai prosedure serta pemahaman airmanship, budaya jujur dan terbuka, serta penataan yang baik dan benar sesuai prosedure dan ketentuan terhadap suku cadang pesawat.

Pangkoopsau I memerintahkan untuk segera dilaporkan jika terdapat dukungan suku cadang yang tidak sesuai agar ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku, serta inventarisir alat utama sistem senjata (alutsista) dan kegiatan (SIMAK BMN) secara bertahap dan berlanjut, agar kehilangan barang milik negara dapat dieliminir.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel