Berita

PANGKOOPSAU II BUKA RAKERNIS KOOPSAU II TH. 2014

Dibaca: 33 Oleh 24 Feb 2014Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Pangkoopsau II Marsda TNI Agus Supriatna, membuka kegiatan Rakernis (Rapat Kerja Teknis) Koopsau II di ruang rapat Suryadharma Makoopsau II Makassar, Senin (24/2). Rakernis yang dilaksanakan selama dua hari itu, dihadiri Kaskoopsau II Marsma TNI Barhim, serta diikuti oleh seluruh Komandan Lanud jajaran Koopsau II beserta para Ketua Pia Ardhya Garini dan Yasarini cabang jajaran Koopsau II, serta para perwira penghubung atau Liason Officer TNI Angkatan Udara yang berada di Kodam-kodam wilayah jajaran Koopsau II.

Selain sebagai ajang silaturahmi dan koordinasi antara para Komandan Lanud dengan para pejabat Makoopsau II, rapat kerja teknis juga bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja dan anggaran Koopsau II TA.2013 sekaligus mempersiapkan rencana pelaksanaan program kerja TA. 2014 yang sementara sedang berjalan memasuki akhir bulan kedua triwulan pertama.

Rakernis juga untuk memberikan gambaran awal, menerima saran masukan dari satuan jajaran serta menyamakan visi dan misi, persepsi maupun penafsiran terhadap kebijakan pimpinan TNI AU, dalam rangka mendukung dan mensukseskan pelaksanaan tugas pokok TNI AU, dengan mengangkat tema ”Melalui Rakernis Koopsau II Tahun 2014, kita mantapkan profesionalitas Koopsau II dalam menjaga stabilitas kedaulatan dan keutuhan NKRI di kawasan timur”.

Baca juga:  Jelang Libur Panjang, Danlanud Halim Perdanakusuma Ingatkan Anggota Untuk Hati-hati Dan Waspada

Dalam sambutannya Pangkoopsau II menyatakan, “Dihadapkan dengan tuntutan kesiapan alutsista untuk melaksanakan tugas pokok Koopsau II, khususnya yang berkaitan dengan pengoperasian alutsista, dituntut untuk dapat melakukan efisiensi penggunaan jam terbang dengan prioritas “kepentingan operasi” dan “maintaining skill“ bagi para awak pesawat.

Hal ini memang sangat dilematis, oleh karena itu para komandan satuan jajaran harus mengambil langkah–langkah Kongkrit, sehingga dengan keterbatasan alokasi jam terbang tidak sampai mempengaruhi kemampuan awak pesawat, agar misi penerbangan dapat terlaksana dengan lancar, aman dan selamat. Sasaran akhir bidang operasi dan latihan terlaksana dengan baik serta tercapainya “zero accident“, tegas Marsda TNI Agus Supriatna. (Penkoopsau II/2014).

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel