Berita

Pangkoopsau II Buka Survival Tempur di Lanud Abd

Dibaca: 6 Oleh 06 Mei 2015Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Untuk memberikan bekal kemampuan khusus bagi awak pesawat dalam menghadapi situasi darurat, baik di darat maupun di air, Koopsau II Rabu (6/5) mengadakan Latihan Survival Tempur tahun 2015 yang dibuka oleh Pangkoopsau II Marsma TNI Barhim dihadiri Danlanud Abd Saleh, Danlanud Iswahyudi Madiun, Danlanud Hasanuddin Makassar beserta para pejabat dan anggota yang terlibat di dalam latihan Survival tersebut, bertempat di Taxy Way Skadron udara 32 Lanud Abd Saleh, Malang.

Dalam sambutannya Pangkoopsau II menjelaskan, bahwa latihan Survival Tempur merupakan tuntutan bagi awak pesawat, sebagai antisipasi apabila pesawat yang diawakinya mengalami accident maupun incident di daerah musuh, sehingga bagi awak pesawat yang masih hidup akan dapat mempertahankan diri dan menghindar dari kejaran musuh untuk menuju ke daerah yang aman atau daerah kawan. Sebagai Kotama Pembinaan TNI AU dan Operasi TNI, Koopsau II senantiasa dihadapkan dengan berbagai tugas yang tidak ringan. Kompleksitas tuntutan tugas Koopsau II ini, tentunya perlu disikapi dengan kesiapan operasional satuan yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kegiatan latihan dalam rangka meningkatkan profesionalisme prajurit, menjadi sesuatu yang penting untuk dilakukan, salah satunya adalah Latihan Survival Tempur dengan sandi Wanatirta Yudha 2015 bagi para awak pesawat terbang.

Baca juga:  Sidang Pantukhir Calon Setukpa Ke-20 Di Lanud Balikpapan

Meskipun di satuan masing-masing, para peserta sudah pernah melaksanakan latihan survival dasar, Pangkoopsau II minta, untuk tidak menganggap remeh latihan ini, karena Latihan Survival Tingkat Koopsau ini memang merupakan Latihan Tingkat Lanjutan setelah peserta Latihan melaksanakan Latihan Survival Dasar di Tingkat Lanud. Oleh karenanya, tidak ada alasan bagi setiap peserta untuk tidak serius dalam latihan ini. Bagi seorang prajurit ; mandi keringat di medan latihan lebih baik daripada mandi darah berkalang tanah di medan pertempuran. Materi survival yang satu ini sudah tentu lebih sulit dibanding latihan yang dilaksanakan di tingkat Lanud, sehingga keseriusan masing-masing peserta latihan dituntut dalam setiap tahap latihan.

Kerjasama dan koordinasi, baik antar sesama peserta latihan, maupun antara peserta dengan pelatih, perlu untuk dilakukan dengan cermat, sehingga seluruh peserta latihan dapat melaksanakan semua tahapan latihan dengan baik, lancar dan aman. Pangkoopsau II juga menekankan kepada para peserta latihan agar tetap mengedepankan kearifan lokal dan lebih cermat dalam melaksanakan seluruh rangkaian latihan, sehingga tidak merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.

Baca juga:  Upacara Peringatan Harkitnas ke-111 di Lanud Abd Saleh

Latihan Survival Tempur 2015 diselenggarakan mulai hari ini tanggal 6 sampai dengan 9 mei 2015, dengan mengambil lokasi latihan di kawasan hutan dan perairan pulau Sempu, Malang Jawa Timur.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel