Berita

Pangkoopsau II Memberikan Pengarahan Kepada Perwira Lanud Sultan Hasanuddin

DSC_4186
#TNIAU #TNI-AU

TNI AU.  Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara II (Pangkoopsau II) Marsekal Muda (Marsda) TNI Henri Alfiandi, memberikan pengarahan kepada Para Perwira, dalam Kunjungan Kerjanya ke Lanud Sultan Hasanuddin, Rabu (9/1/2019) Pengarahan tersebut di ikuti oleh Danlanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Hendrikus Haris Haryanto, S. IP, Danwing 5, Para Kadis dan seluruh Perwira Lanud Sultan Hasanuddin.

Pangkoopsau II dalam pengarahannya mengatakan bahwa seorang pemimpin harus memiliki Visi dan Misi dalam menjalankan kepemimpinannya, maka Henri Alfiandi mengatakan  bahwa yang menjadi visi beliau adalah “Koopsau II Yang Unggul” sedangkan Misinya adalah “Menjalankan Tugas Pokok +++.” Untuk menjalankan visi dan misi tersebut maka pemimpin harus menjalankan sesuai dengan proses kepemimpinan yang biasa disingkat dengan “POAC”  (Planning, Organizing, Actuating, Controlling).

Lebih Lanjut Pangkoopsau II menjelaskan bahwa, Planning adalah meliputi pengaturan tujuan dan mencari cara bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut, jadi planning bagian dari perencanaan yang dibuat berdasarkan proses penyelesaian setiap rencana, dalam artian bahwa setiap pemimpin harus membuat rencana pekerjaan yang efektif di dalam organisasi.  Organizing adalah proses dalam memastikan kebutuhan manusia dan fisik setiap sumber daya tersedia untuk menjalankan rencana dan mencapai tujuan yang berhubungan dengan organisasi, yang meliputi penugasan setiap aktifitas, membagi pekerjaan ke dalam setiap tugas yang spesifik, dan menentukan siapa yang memiliki hak untuk mengerjakan beberapa tugas tersebut. Actuating adalah peran pemimpin untuk mengarahkan pekerjaan yang sesuai dengan tujuan organisasi dalam artian Actuating adalah implementasi rencana, dengan membuat urutan rencana menjadi tindakan nyata, Controlling, memastikan bahwa kinerja sesuai dengan rencana, dalam artian ada kesesuaian antara kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan, apabila terjadi perbedaan yang signifikan antara kinerja aktual dan yang diharapkan, maka pemimpin harus mengambil tindakan yang sifatnya mengoreksi untuk perbaikan.

Dihadapan Para Perwira Lanud Sultan Hasanuddin, Alumni Sesko Jerman ini juga mengatakan bahwa pemimpin harus bisa menginspirasi orang lain, harus menjadi contoh yang ideal bagi bawahannya, harus mampu menciptakan kerja sama dalam tim, menghilangkan segala ego pribadi dan ego sektoral, saling pengertian terhadap perbedaan karakter masing-masing, mampu mendemonstrasikan antara keinginanya dengan keinginan bahannya, sesuainya perkataan dan perbuatan, memiliki kreatifitas yang tinggi, dan yang tidak kalah adalah memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan kepadanya.

Dibagian akhir pengarahannya Henri Alfiandi menyapaikan tentang pentingnya budaya Safety dalam rangka mencapai Zero Accident pada tahun 2019, kenapa kita harus Zero Accident karena biayanya sangat tinggi baik biaya penggantian alutsistanya, pendidikan personilnya, penelitian kejadiannya. Oleh karena itu bagi Para Perwira Penerbang,  keselamatan terbang dan kerja adalah merupakan harga mati yang harus senantiasa diperhatikan dalam setiap pelaksanaan tugas. Pungkas Perwira Tinggi berpangkat bintang dua ini yang fasih berbahasa Inggris dan Jerman.

Leave a Reply