Berita

Pangkoopsau II Memimpin Apel Khusus Halal Bihalal Idul Fitri 1440 H

Oleh 10 Jun 2019 Juni 11th, 2019 Tidak ada komentar
IMG 2879
#TNIAU 

TNI AU.  Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara II Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi memimpin pelaksanaan apel khusus halal bihalal idul fitri 1440 H bertempat di Lapangan Apel I Makoopsau II, Senin (10/6). Apel khusus tersebut diikuti oleh Ir Koopsau II, Para Asisten Koopsau II, Para Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil Makoopsau II.

Pada pelaksanaan apel khusus ini, Pangkoopsau II Marsda TNI Henri Alfiandi membacakan sambutan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. mengatakan bahwa bagi umat Islam, hakikat Idul Fitri adalah kembali dalam kesucian. Kesucian tersebut bisa terwujud melalui dua tahapan. Pertama adalah dengan menjalankan ibadah puasa Ramadhan, sebagai wujud loyalitas atas perintah Tuhan. Berikutnya adalah dengan merajut kembali tali silaturahmi dan saling maaf memaafkan, sebagai wujud integritas moral antar sesama, antar kawan seperjuangan, sebangsa dan setanah air. Maka esensi kesucian Idul Fitri telah menyandingkan hubungan manusia dan Tuhan, serta hubungan antar manusia, dalam strata yang sama. Kesucian akhlak seorang muslim tidak akan terwujud dengan meninggalkan salah satunya. Menjaga persaudaraan dengan sesama adalah sama pentingnya dengan keteguhan keimanan kepada Tuhan. Untuk itu, marilah kita saling memaafkan dan mari kita rajut kembali tali persaudaraan, agar kita semua kembali dalam kesucian.

Periode ibadah selama bulan Ramadhan, yang diakhiri perayaan Idul Fitri, adalah momen kontemplasi dan internalisasi budi pekerti luhur dalam nilai-nilai Islam. Namun, banyak edukasi universal yang dapat dipetik untuk meningkatkan kinerja TNI Angkatan Udara. Puasa Ramadhan adalah implementasi dari 11 Azas Kepemimpinan TNI, yaitu Taqwa. Ibadah puasa Ramadhan juga merupakan manifestasi azas Ing Ngarso sung Tulodho, karena insan muslim TNI Angkatan Udara yang berpuasa memberi teladan kepada keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia. Sedangkan, perayaan Idul Fitri adalah implementasi sifat Satya dan Legowo, yaitu loyal kepada sesama bahkan bawahan, dengan saling memaafkan tanpa melihat status jabatan dan status sosial jelas Yuyu Sutisna.

Lebih Lanjut Kasau mengatakan bahwa pada momen Peringatan Idul Fitri ini, saya juga perlu mengingatkan kewaspadaan atas ancaman invasi teknologi yang dihasilkan oleh Revolusi Industri 4.0 terhadap TNI Angkatan Udara. Nilai-nilai kepemimpinan TNI dan kepemimpinan keudaraan atau airmanship, kini ikut terpapar oleh komunikasi sistem jaringan dan dunia digital. Ketika kita semakin mudah mendapatkan informasi perkembangan global, regional, dan nasional, melalui beberapa sentuhan di layar digital, maka kita pun sering lupa makna kesalihan sosial yang sejati. Saya perlu ingatkan, agar media sosial jangan membuat para Panglima, para Komandan, dan seluruh personel TNI Angkatan Udara melupakan pola kepemimpinan dan komunikasi sosial yang seharusnya. Saya instruksikan agar para Panglima dan para Komandan tidak menjadi malas turun ke bawah serta malas check and recheck secara fisik karena terpapar media sosial. Para Panglima dan Komandan harus tetap hadir di tengah para anak buah. Para Panglima dan para Komandan juga harus terus berupaya merekatkan TNI Angkatan Udara secara fisik dan dengan kerja nyata bersama komponen bangsa lainnya. Kepemimpinan yang hebat dan luhur tidak akan terwujud karena kalian viral di media sosial. Kalian akan dihormati dan dikenang saat mampu memenangkan hati dan pikiran para anak-buah, melalui kehadiran fisik dan silaturahmi yang tulus, untuk bersama-sama membangun Angkatan Udara.

Di akhir sambutannya Kepala Staf Angkatan Udara memberikan penekanan terkait dinamika politik negara yang sedang menghangat pasca Pemilihan Umum Tahun 2019. Kasau instruksikan agar para Panglima, Komandan, dan seluruh personel TNI Angkatan Udara, bisa menahan diri serta menjaga satuan dan keluarga masing-masing. Pegang teguh komitmen netralitas TNI, jangan mudah terprovokasi apalagi memprovokasi dan jangan pula melibatkan diri dalam hate speech atau ujaran kebencian dalam kehidupan bermasyarakat ataupun di media sosial. Jangan merusak kesucian Idul Fitri dengan ucapan dan perilaku tercela yang dapat mencoreng nama TNI Angkatan Udara. Jika kalian ingin menjadi sosok yang hebat, maka kalian tidak perlu harus mengurusi segala hal, memposisikan diri mengetahui segala hal, atau ingin mengomentari segala hal. Kalian bisa menjadi pemimpin hebat dengan cukup menampilkan kesahajaan hidup, namun disertai profesionalisme yang tangguh dan inspiratif. Cukuplah menjadi dirimu sendiri, sebagai sayap tanah air yang perkasa. Selamat bekerja dan berinovasi demi kemajuan TNI Angkatan Udara. Pungkas Perwira Tinggi berpangkat bintang empat ini.

Setelah pelaksanaan Apel Khusus, dilanjutkan dengan acara tambahan yaitu salam-salaman dengan Pangkoopsau II, Kepala Staf Koopsau II, Ir Koopsau II, Para Asisten, Para Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil Makoopsau II, untuk saling memaafkan antara satu dengan yang lainnya dari segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat selama ini.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel