TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Pangkoopsau II Meninjau Satuan Kerja Lanud Sultan Hasanuddin

By 10 Jan 2019 January 11th, 2019 Berita
DSC_4432

TNI AU.  Ada enam obyek satuan kerja Lanud Sultan Hasanuddin yang menjadi sasaran peninjauan Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara II Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi, yaitu GPL, Bamin, lokasi pembangunan Hanggar Skadron Udara 33, Skatek 044, Skadron Udara 5 dan Skadron Udara 11, Kamis (10/1/2019). Dalam peninjauan tersebut Pangkoopsau II didamping oleh Danlanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Hendrikus Haris Haryanto, S.IP, Danwing 5, Kadisops dan Kadislog.

Adapun sasaran pertama yang ditinjau oleh Pangkoopsau II adalah GPL, ketika berada di GPL Panglima menekankan kepada Ka GPL agar warna cat Gudang diseragamkan dan disesuaikan dengan ketentuan yang ada, penataan barang agar lebih dirapikan, kebersihan Gudang baik diluar maupun di dalam Gudang agar lebih ditingkatkan, daftar penerimaan dan pengeluaran barang agar disesuaikan dengan juknis maupun dengan Juklak yang ada.

Setelah dari GPL Pangkoopsau II melanjutkan peninjauan ke Bamin, yang diterima langsung oleh Kasi Bamin Lanud Hnd Letkol Kal Bambang W. Pangkoopsau II menekankan perlunya pengamanan di area Bamin utamanya dari hal-hal yang bisa menimbulkan terjadinya kebakaran, memperhatikan keselamatan kerja baik disaat pengisian maupun pengeluaran BBM, Panglima juga memerintahkan untuk memperbaiki jalan yang ada di area Bamin.

Berikutnya Pangkoopsau II meninjau lokasi Pembangunan Hanggar Skadron Udara 33 yang pembangunannya sudah dimulai, Panglima menyampaikan penekanan dengan mengulangi apa yang telah diperintahkan oleh Kepala Staf Angkatan Udara saat kunjungannya yang lalu tentang kedalaman pondasi, dan perhitungannya. Dalam kunjungan tersebut pihak mitra bekerja sama dengan konsultan dan dari hasil itu telah disepakati standar kedalaman pondasi  adalah sedalam 8 meter, Oleh karena itu Panglima meminta  kepada Komandan Lanud dan Staf untuk terus mengawasi dan meninjau proses pembangunan agar sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.

Disamping itu Panglima juga banyak bernostalgia ketika masih menjadi Perwira Muda yang menerbangkan Pesawat Tempur A-4 bahkan beliau memasuki semua ruangan yang ada ditempat tersebut sambil menjelaskan kepada Danlanud Sultan Hasanuddin dan Pejabat lainnya tentang bagaimana beliau bekerja dan berinteraksi dengan sesama perwira penerbang lainnya termasuk suka dukanya yang diselingi dengan canda dan tawa karena mengenang masa lalu beliau di tempat itu, yang mana bangunannya sebentar lagi akan dibongkar dan dibangun bangunan baru untuk Hanggar Skadron Udara 33.

Dari lokasi pembangunan hanggar Skadron Udara 33, Pangoopsau II melanjutkan peninjauannya ke Skatek 044, yang dijemput oleh Dan Skatek 044 Letkol Tek Arief, ditempat ini Panglima ingin mengetahui secara benar tentang sistem pemeliharaan Pesawat Sukhoi sekaligus memberikan penekanan kepada Dan Skatek dan seluruh anggota Skatek untuk terus menggali ilmu tentang Pesawat Produk Rusia tersebut yang ternyata lebih rumit proses pemeliharaannya kata Panglima.

Tepat Pukul 12.00 Wita Pangkoopsau II meninggalkan Skatek 044 menuju Skadron Udara 5, Pangkoopsau II dijemput oleh Dan Skadron Udara 5 Letkol Pnb Hilman Lamhot Parasian Ambarita, ditempat ini Panglima memeriksa pesawat yang ada baik pesawat Boing 737 maupun pesawat CN-235, yang sedang terparkir di dalam hanggar Skadron Udara 5, Panglima menekankan kepada Dan Skadron Udara 5 agar selalu memberikan briefing kepada Para Perwira Penerbang untuk senantiasa memperhatikan masalah Keselamatan Terbang dan Kerja.

Obyek terakhir yang ditinjau oleh Pangkoopsau II adalah Skadron Udara 11, ditempat ini Pangkoopsau II menerima  Paparan yang disampaikan oleh Dan Skadron Udara 11 Letkol Pnb Anton Palaguna. Dalam paparannya Anton Palaguna menyampaikan tentang Program Peningkatan Kemampuan Yang akan Dilakukan di Skadron Udara 11 yaitu : Meningkatkan Kemampuan Group dan BVR Combat, Meningkatkan kemampuan operasi dalam 3 fase waktu (0700. 15.00)-(15.00.23.00)- (23.00.07.00), Meningkatkan Kemampuan air to ground berbagai mode dengan accuracy oriented, dan yang terakhir meningkatkan kemampuan guided weapon employment.

Setelah menerima paparan dari Dan Skadron Udara II Pangkoopsau II memberikan beberapa penekanan kepada Dan Skadron Udara 11 dan Para Perwira Penerbang lainnya : Pertama, Dari segi intelejen ketika latihan bersama dengan negara lain agar semua pesawat yang digunakan hanya menggunakan satu frekwensi Radar saja agar  tidak mudah dibaca oleh negara lain. Kedua, Pesawat yang Radarnya “S” saat ini agar penggunaannya seperlunya sesuai kebutuhan, disamping mengurangi deteksi kehadiran kita juga dapat menghemat pemakaian Radar hingga dapat lama di operasikan. Ketiga,  Agar para Perwira Penerbang Skadron Udara 11 senantiasa melakukan inovasi untuk merencanakan sebuah misi penerbangan untuk meningkatkan skill dan tantangan ancaman saat yang mungkin dihadapi sehingga ketika dihadapkan pada kondisi perang yang sebenarnya sudah siap melaksanakan tugas, pungkas Pangkoopsau II.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Pangkoopsau II Meninjau Satuan Kerja Lanud Sultan Hasanuddin