Berita

PANGKOSEKHANUDNAS I : PUASA BUKAN PENGHALANG, TETAPI MOTIVATOR

Dibaca: 10 Oleh 22 Jul 2013Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

“Puasa bukanlah sebuah penghalang, tetapi motivator atau penyemangat dalam melaksanakan tugas sebagai salah satu amalan yang bernilai ibadah,” jelas Pangkosekhanudnas I, Marsma TNI Tri Budi Satriyo, S.IP., MM dalam acara buka puasa bersama seluruh anggota di Aula Iskandar Makosekhanudnas I, Jakarta, Jumat (19/7). Menurutnya, keadaan ini terlihat dari personel Kosekhanudnas I tetap menunjukkan semangat, dedikasi dan loyalitasnya didalam menjalankan tugas kedinasan meskipun dalam kondisi berpuasa.

Lanjut dikatakan, ibadah puasa merupakan sarana yang tepat dalam menempa dan membina mental khususnya pembinaan mental rohani Islam dan rahmat bagi umat manusia dan alam semesta. “Oleh karena itu, mari isi bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini dengan berbagai ibadah dan amalan. Karena Allah SWT telah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi yang melaksanakannya,” ujarnya.

Buka bersama kali ini bertemakan “Dengan Hikmah Puasa Ramadhan, Nuzulul Qur’an dan Idul Fitri Tahun 1434 H/2013 M, Kita Mantapkan Keimanan dan Ketaqwaan Prajurit TNI Kepada Allah SWT Sebagai Landasan Moral Dalam Pelaksanaan Tugas dan Pengabdian” dan diisi siraman rohani DR.H. Ilyas Ismail, M.A., Dekan Fakultas Agama Islam Universitas As-Syafi’ah mengenai puasa dan amal saleh.

Menurut Ilyas Ismail, amal merupakan bekerja untuk berbuat dan melakukan sesuatu, sedangkan saleh itu memiliki impact yang positif bagi umat dan bangsa terutama mengenai kemanusiaan. Namun, lanjutnya, saat ini makna amal saleh mengalami degradasi arti yang identik dengan beramal melalui kotak-kotak amal. “Dalam pemahaman Islami, amal saleh itu berintikan kerja. Hidup adalah kerja dan kerja adalah ibadah,” jelasnya.

Dikatakan bahwa bekerja merupakan indikator keberadaan seseorang di dalam kehidupan, sehingga wajib bagi setiap orang untuk bekerja. “I do that I’m,” tegasnya. Artinya dengan bekerja menunjukkan keberadaan kita, dalam konteks ini berarti bekerja untuk mengisi kemerdekaan dan mempertahankan keutuhan NKRI.

Perlu diketahui, jelasnya, amal saleh itu bukan untuk Allah, tetapi untuk kebaikan manusia. “Sehingga jangan salah menginterpretasikannya, karena semua yang dilakukan manusia akan dikembalikan kepada manusia itu juga, dengan arti bahwa jika berbuat baik maka akan dibalas berlipat ganda akan kebaikanya, sedangkan jika berbuat jahat akan dibalas yang setimpal dengan perbuatannya,” ujarnya. Hal tersebut terjadi karena Allah Maha Baik dan menyayangi umat manusia serta untuk memotivasi agar manusia berbuat kebaikan.

Setelah siraman rohani selesai dilanjutkan acara buka puasa bersama yang di awali dengan berdoa bersama. Kemudian dilanjutkan sholat Isya dan tarawih bersama di Mushola Al-Ikhlas Makosekhanudnas I.

Baca juga:  TK Harapan Masa Batola Kunjungi Lanud Sjamsudin Noor

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel