TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Pangkosekhanudnas II Ikuti Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi, di Dermaga Lantamal VI Makassar

By 01 Feb 2018Berita
2018-02-01-kosek2-tustisi

TNI AU. Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari tiga angkatan yakni AD, AU, dan AL melaksanakan upacara gelar operasi gaktib dan operasi yustisi polisi militer TA 2018, di Dermaga Layang Mako Lantamal VI Makassar, Kamis (1/2).

Upacara ini dipimpin oleh Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bakti, dan dihadiri Danlantamal VI Laksma TNI Yusup, Pangkosekhanudnas II Marsma TNI Ir.Tedi Rizalihadi S.,M.M, Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono, serta para perwira TNI dan Polri.

Pangdam XIV Hasanuddin mengatakan, operasi Gaktib dan Yustisi POM dilakukan untuk meminimalisir berbagai pelanggaran yang bisa dilakukan oleh para prajurit TNI.

“Kegiatan ini bersifat operasi. Kalau kegiatan sehari-hari itu Danyon, Danton, hingga Panglima bertanggung jawab menegakkan hukum yang ada, tetapi itu dianggap tidak cukup, sehingga perlu dilakukan operasi bersama TNI AD, AL, dan AU, termasuk kepolisian untuk melakukan operasi penegakan dan penertiban terhadap para prajurit TNI yang melanggar,” kata Pangdam.

Pangdam, menjelaskan, semua jenis pelanggaran disasar pada operasi ini, dan terkhusus pada tahun ini yang disebut sebagai tahun politik, masalah netralitas TNI menjadi perhatian khusus.

“Mulai dari pelanggaran disiplin, norma, sampai pelanggaran hukum seperti narkotika, perkelahian, ilegal loging, dan khusus 2018 adalah masalah netralitas TNI,” ungkapnya.

Lanjut Pangdam, Polisi Militer TNI juga punya sebuah otoritas untuk menertibkan para pelanggar, dan memberi sanksi yang menurutnya bisa lebih keras dari sanksi pidana pada umumnya.

“Sosialisasi pencegahan dilakukan awal, tapi jika prajurit masih bandel, ada penegakan hukum. Mereka bisa kena dua, pelanggaran disiplin atau pelanggaran pidana militer, dan pidana militer itu lebih berat dari pidana biasa,” kata dia.

Menurut Jenderral bintang dua ini, operasi Gaktib dan Yustisi dilaksanakan sepanjang 2018, dan diharapkan bisa memberi penyadaran ke prajurit bahwa pelanggaran ada hukumnya.

“Kadang-kadang ada prajurit yang tidak tahu bahwa kalau melanggar ada hukumnya, dikira tentara paling hebat, untuk itu kita operasi seperti ini. Semua jajaran, mulai dari Bintara hingga Panglima. Kalau Panglimanya misal bawa mobil tidak lengkap, ditangkap juga sama POM,” imbuhnya.

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

Pangkosekhanudnas II Ikuti Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi, di Dermaga Lantamal VI Makassar