Berita

Panglima Kosekhanudnas III Hadir pada Apel Kesiapsiagaan Nasional dan Penutupan KBRN BNPT bersama TNI-Polri dan Provsu

Konsep Otomatis
#TNIAU 

Panglima Kosekhanudnas III Marsekal Pertama TNI Djohn Amarul, S. AB., hadir dalam Apel Kesiapsiagaan Nasional, Penutupan dan Simulasi Pelatihan Penanggulangan Terorisme Akibat Serangan KBRN Wilayah Propinsi Sumatera Utara yang dilaksanakan di Lapangan Batalyon Komando 469 Paskhas Medan, Kamis (26/9/2019).

Dalam upacara apel kesiapsiagaan Nasional, penutupan dan simulasi pelatihan penanggulangan teroris akibat serangan KBRN wilayah Provinsi Sumatera Utara yang bertindak sebagai inspektur upacara Kepala Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT Irjen Pol Drs. Budiono Sandi, SH, M.Hum, turut hadir Pangdam I/BB diwakili oleh Irdam I/BB, Danlantamal I diwakili oleh Wadanlantamal I, Kabinda, Danlanud Soewondo Kolonel Pnb Meka Yudanto, S.Sos., M.A.P., Danwing III Paskhas Kolonel Pas Novlan Mirsyah, S.E., M. Tr. (Han), Dandim 0201/BS, Danyonko 469 Paskhas, para Pejabat TNI/Polri dan Pejabat Provsu.

Penutupan dan simulasi pelatihan penanggulangan terorisme akibat serangan KBRN tersebut ditandai dengan pelepasan pita tanda latihan oleh Kepala Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT kepada perwakilan peserta apel yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP dan PMK.

Kepala Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terimakasih atas semua dukungan dan kerjasamanya yang diberikan oleh seluruh instansi yang terlibat dalam rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.   Saat ini Bangsa Indonesia mengalami banyak kejadian yang menimbulkan gejolak di masyarakat, di Papua ada konflik masyarakat yang dimulai dari isu sara, kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap di Sumatera dan Kalimatan, hingga penolakan RKUHP yang sampai saat ini menimbulkan banyak gelombang demonstrasi di Indonesia.

Selain itu kita hendaknya selalu waspada akan celah yang dapat digunakan oleh teroris dalam melakukan tindak pidana terorisme, kita tidak boleh lengah karena teroris berpotensi menyusup dan memanfaatkan momen tersebut untuk menimbulkan kekacauan, oleh karena itu saya ingatkan untuk tetap waspada dan jangan lengah, kita mampu bersenergi, bahu-membahu untuk minimalisir sekecil mungkin peluang bagi kelompok radikal atau kelompok teror untuk melaksanakan aksinya di Sumatera Utara tidak ada tempat untuk terorisme di bumi pertiwi.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel