Berita

Panglima TNI : Disiplin, Dedikasi, Loyalitas, Soliditas dan Solidaritas Prajurit Harus Optimal dan Prima

Dibaca: 29 Oleh 17 Feb 2012Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

“Sebagai prajurit dan PNS TNI, kita dituntut untuk senantiasa siap mengorbankan diri demi kejayaan serta tetap utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, harus mampu menilai dan bersikap tegas terhadap setiap indikasi dan kecenderungan yang mengundang kerawanan serta ancaman, yang hendak mengganggu Stabilitas Nasional, apalagi yang membahayakan keutuhan NKRI” demikian cuplikan amanat Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, SE yang dibacakan Pangkoopsau I Marsekal Muda TNI Sunaryo yang bertindak selaku Irup pada Upacara bendera 17an berlangsung di Lapangan Upacara Makoopsau I, Jumat (17/2).

Dalam amanatnya, panglima TNI juga berharap bahwa sebagai prajurit harus senantiasa bersikap waspada sekaligus antisipatif, agar dapat melaksanakan tugas pokok dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, disiplin, dedikasi, loyalitas, soliditas dan solidaritas Prajurit TNI harus senantiasa optimal serta Prima, menghindari kebijakan pembinaan, gaya kepemimpinan dan kegiatan administrasi yang merugikan kesatuan, sehingga dapat terhindar dari ha-hal yang bertentangan dengan norma hukum yang berlaku, lanjut Panglima TNI.

Pada kesempatan itu pula Panglima TNI mengingatkan bahwa kondisi nasional saat ini sedang menghadapi berbagai macam persoalan yang bersumber pada Penegakan Hukum, Masalah Keamanan Nasional dan masalah Transportasi. Salah satunya masih banyak terjadinya masalah transportasi yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian yang dialami oleh masyarakat akibat kurang disiplin dan lemahnya pengawasan serta kepatuhan terhadap tata tertib atau peraturan lalu lintas yang ada.

Baca juga:  Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Menerima Penyerahan Jabatan Komandan Wing 5

Selain itu juga masih banyaknya kendala dan hambatan dalam penegakkan hukum, diantaranya kejadian Mesuji yang melibatkan antara masyarakat lokal dan pengusaha, sengketa upah buruh yang berakhir dengan penutupan jalan tol di jawa Barat oleh ribuan buruh, serta tindakan anarkhis masyarakat yang terjadi di Bima dengan membakar kantor Kepala Daerah.

Dari berbagai permasalahan yang ada menurut Panglima TNI dapat mengakibatkan menurunnya kepercayaan masyarakat kepada aparat penegak hukum maupun pemerintah, bahkan dapat menjadi faktor kerawanan potensial.

Upacara bendera 17an yang dihadiri Kepala Staf Koopsau I Marsma TNI Agus Supriyatna, para pejabat Koopsau I, para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Makoopsau I.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel