Berita

Panglima TNI: Membangun Mekanisme Menegakkan Kedaulatan

Dibaca: 8 Oleh 05 Okt 2012Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Kecenderungan perkembangan strategis Global Regional dan Nasional saat ini, TNI dihadapkan kepada delapan kelompok ancaman faktual yaitu, keamanan selat Malaka, Terorisme, Separatisme, pelanggaran wilayah perbatasan dan pulau-pulau kecil terdepan, bencana alam, kegiatan illegal, konflik horizontal dan kelangkaan energi. 

“Untuk itu TNI senantiasa membangun mekanisme kerja dan hubungan antar kemasyarakatan dan lembaga dalam rangka menegakkan Kedaulatan, dan Mempertahankan keutuhan wilayah NKRI dengan meningkatkan kualitas diri, kemampuan dan kekuatan”, tegas Panglima TNI.

Penegasan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E tersebut dibacakan Wakil Asisten Personel Kasau Marsma TNI Sugihardjo pada upacara memperingati Hari Ulang Tahun TNI ke 67 di lapangan Apel Mabesau Cilangkap yang diikuti para pejabat TNI AU dan seluruh anggota, Jumat (5/10).

Dikatakan, TNI lahir dari “Rahim perjuangan” bangsa Indonesia, tumbuh dan berkembang melanjutkan pengabdian kepada Ibu Pertiwi bersama dan manunggal dengan rakyat hingga kini mencapai usia 67 tahun dan pengorbanan harta, benda, keringat dan tetesan darah bahkan jiwa dari para pendahulu yang tulus ikhlas tidak sia-sia demi kejayaan dan bangsa Indonesia.

Baca juga:  Pemutakhiran Data Renstra Kodikau Tahun 2015-2019

“Oleh karena itu TNI sebagai generasi penerus sudah sepatutnya memberikan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada para pejuang yang telah mendedikasikan hidupnya kepada TNI pada khususnya dan bangsa dan Negara Indonesia pada umumnya”, tegasnya.

Dalam Peringatan HUT TNI ke-67 bertema “Dilandasi profesionalisme, semangat juang dan soliditas, TNI bersama segenap komponen bangsa siap menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI” ini, Panglima TNI Menegaskan, untuk mewujudkan “Postur TNI” yang benar-benar Berjatidiri sebagai Tentara Nasional, Tentara Rakyat, Tentara Pejuang dan Tentara Profesional yang solid, Modern, Berwawasan kebangsaan, dicintai dan disegani rakyat.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel