Berita

PANGLIMA TNI MINTA UNTUK TINGKATKAN PEMIKIRAN PREDIKTIF, LANGKAH ANTISIPATIF DAN UPAYA KONSTRUKTIF

Dibaca: 4 Oleh 17 Apr 2013Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

“Beberapa peristiwa yang terjadi di sepanjang triwulan pertama tahun anggaran 2013 seperti peristiwa penyerangan terhadap personel TNI di Papua, kasus penyerangan Polres Oku di Sumatra Selatan serta kasus penyerangan LP cebongan, merupakan evaluasi tersendiri yang perlu dicermati oleh TNI, agar tidak mengurangi kapasitas dan kapabilitas TNI, dan juga diharapkan tidak berulang kembali di masa yang akan datang” demikian dikatakan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, SE dalam amanatnya yang dibacakan Wagub (Wakil Gubernur) AAU Marsma TNI Iman Sudrajat, SE., selaku Inspektur Upacara pada Upacara Bendera 17-an di AAU, Rabu (16/04). 

Lebih lanjut Panglima juga meminta kepada seluruh unsur Pimpinan di jajaran TNI agar benar-benar mampu memberdayakan segala potensi dan membaca perkembangan situasi dari masing-masing kesatuan, berikut segala permasalahan yang dihadapi, sehingga dapat meningkatkan pemikiran prediktif, langkah antisipatif dan upaya konstruktif dalam rangka menjaga citra TNI, serta meningkatkan kesiapsiagaan kesatuan, profesionalitas prajurit, dan kesejahteraan di lingkungan satuan masing-masing.

Berkaitan dengan tugas ke depan Panglima TNI juga menyampaikan beberapa atensi dan harapan sebagai pedoman dalam mengemban tugas antara lain untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, terus belajar dan berlatih untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme keprajuritan, Revitalisasikan Prinsip “Disiplin adalah nafas prajurit dan kehormatan adalah segala-galanya bagi prahurit TNI”, mengutamakan kearifan dan keteladanan dalam pemikiran dan sikap baik di lingkungan satuan maupun di masyarakat, dan kembangkan kapasitas dalam membangun komunikasi sosial yang seluas-luasnya dalam konteks pelaksanaan tugas, guna memperkokoh kemanunggalan TNI-rakyat, sebagai landasan bagi terwujudnya soliditas dan solidaritas sosial, serta terwujudnya persatuan dan kesatuan nasional.

Baca juga:  Tes Kesemaptaan Di Lanud Ranai

Pelaksanaan Upacara Bendera 17-an di Lapangan Dirgantara AAU yang diikuti seluruh Personel AAU baik Perwira, Bintara, Tamtama, PNS serta Karbol AAU. Bertindak selaku Komandan Upacara adalah Mayor Tek Purnomo Herlambang, untuk Pembaca UUD tahun 1945 adalah Serma Sri Wibowo, Pengucap Saptamarga adalah Sermadakar (Sersan Mayor Dua Karbol) Alifian Apsan sedangkan Untuk Pembaca Panca Prasetya Korpri adalah Pns Haryono.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel