Berita

Panglima TNI : OPTIMALISASI PERAN TNI BUKAN WUJUD EKSPANSI…..!!!

Dibaca: 15 Oleh 19 Jul 2010Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso menegaskan, optimalisasi peran TNI sama sekali bukan bentuk ekspansi TNI untuk mencampuri ataupun mengambil alih peran dan tugas institusi lain. Sebaliknya, optimalisasi peran TNI merupakan wujud partisipasi aktif dan kontribusi nyata TNI dalam proses pembangunan nasional khususnya serta kehidupan berbangsa dan bernegara pada umumnya.

 

”Saya tegaskan, optimalisasi peran TNI, semata-mata hanya panggilan moral dan fungsional TNI, dalam rangka menunaikan tugas kemitraan atau tugas perbantuan TNI kepada institusi atau lembaga lain, apabila diperlukan sesuai dengan batas kemampuan TNI” kata Panglima TNI dalam amanat tertulis upacara bendera 17-an di Markas Koopsau II Makassar, yang dibacakan Pangkoopsau II Marsekal Muda (Marsda) TNI R. Agus Munandar.

 

Dikatakan, optimalisasi peran TNI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, merupakan keputusan strategis yang telah disepakati unsur pimpinan TNI pada saat dilaksanakan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, Januari 2010 lalu. Keputusan tersebut tertuang dalam SaptaTunggal kebijakan Panglima TNI. Dalam aplikasinya, salah satunya adalah pelaksanaan TMMD dan manunggal KB Kesehatan maupun membantu penanggulangan bencana alam yang telah berjalan selama ini.

Baca juga:  DANLANUD SULAIMAN BUKA TENDA PUJASERA

 

Menyangkut maraknya pelaksanaan Pilkada di beberapa wilayah di Indonesia, Panglima TNI minta agar para Panglima maupun Komandan satuan di lapangan agar benar-benar dapat menjelaskan kepada segenab prajurit di jajaranya untuk tetap menjunjung tinggi netralitas TNI dari segala bentuk kegiatan politik praktis.

 

Menurut Panglima TNI, netralias TNI sangat penting dalam rangka implementasi UU nomor 34 tahun 2008 tentang TNI. Ditambahkan, netralitas TNI juga termasuk dalam konteks untuk menjawab pemasalahan hak pilih TNI pada Pemilu 2014. Dalam hal hak pilih TNI ini, Panglima TNI menyatakan, institusi TNI menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah dan legislatif, sehingga semua prajurit TNI diminta untuk tidak terbawa arus polemik mengenai hak pilih TNI.

 

”Permasalahan hak pilih TNI, kita serahkan kepada pemerintah dan Legislatif. Untuk itu saya ingatkan kepada seluruh prajurit TNI agar tidak tebawa arus polemik hak pilih TNI” pungkas Panglima TNI. Demikian, Kapen Koopsau II Mayor Sonaji Wibowo, S.IP menginformasikan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel