Berita

Panglima TNI Perintahkan Prajurit dan PNS TNI Pegang Teguh Netralitas

Panglima TNI Perintahkan Prajurit dan PNS TNI Pegang Teguh Netralitas
#TNIAU 

TNI AU. Upacara Bendera 17-an bulan Januari 2019 dilaksanakan di Lantamal VII Kupang berjalan dengan hikmad, bertindak selaku Inspektur Upacara Danlantamal VII Kupang Brigjen TNI Kasirun Situmorang di ikuti seluruh Personel TNI AU,TNI AD dan TNI AL dan PNS Gabungan, Kamis (17/01).

Amanat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., yang dibacakan Danlantamal VII Kupang mengajak kita semua untuk melihat sejenak ke Tahun 2018 dimana kita mencatat berbagai peristiwa yang tidak hanya menjadi perhatian kita semua, tetapi juga menguji kesiapsiagaan dan kemampuan serta pengabdian TNI sebagai alat rakyat.

Sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional, TNI dinilai mampu menjadi perekat kemajemukan dalam menjaga kebhinnekaan. TNI bersama-sama segenap komponen bangsa harus melaksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas dalam mewujudkan rasa aman dan tentram di masyarakat. Sinergi dengan berbagai kementrian dan lembaga, serta seluruh komponen bangsa harus dipelihara dan ditingkatkan tidak sekedar menjadi slogan.

Pesta demokrasi 2019 merupakan even akbar nasional yang menjadi perhatian kita semua. Pemilihan legislative dan pemilihan Presiden harus dapat berjalan dengan lancar, aman, damai, dan sukses. Stabilitas nasional harus tetap terjaga sebelum, selama, dan setelah pemilihan tersebut. Netralitas TNI kembali harus kita tunjukkan. Oleh karenanya saya perintahkan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI untuk berpegang teguh pada pedoman netralitas yang telah saya canangkan. Jangan terpengaruh pada berbagai isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Pegang teguh rantai komando dan laporkan kepada komandan satuan bila menemui kendala.

Perkembangan situasai lainnya juga tetap menjadi bagian dari kewaspadaan kita semua. Kondisi regional dan global yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung, tidak boleh luput dari pengamatan dan antisipasi TNI. Ancaman terorisme, separatism, radikalisme, serta berbagai ancaman kejahatan lintas Negara harus dapat kita atasi. Demikian pula dengan kemungkinan terjadinya bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kondisi geografis Indonesia memang mengharuskan kita memiliki kesadaran terhadap potensi dan penanggulangan bencana alam.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel