Berita

Panglima TNI : “Permildas tidak boleh luntur”

Dibaca: 1 Oleh 20 Jan 2015Tidak ada komentar
9b842766a265b99c2bf19666b186f743
#TNIAU 

Bertempat di Lapangan Dirgantara Akademi Angakatan Udara (AAU) seluruh personel AAU baik militer, PNS serta Taruna mengikuti Upacara Pengibaran Bendera bulan Januari dengan Inspektur Upacara Wakil Gubernur AAU Marsma TNI Iman Sudrajat, S.E., (Senin (19/1).

Panglima TNI Jendral TNI Dr. Moeldoko dalam amanatnya yang dibacakan Wagub mengatakan bahwa dalam bertugas bukan saja  mencari dan mencapai sukses, tetapi  lebih dari itu  bertugas untuk menambah  nilai sikap dan perilaku prestasif  yang berdimensi ibadah.

 “Oleh karena itu, lakukan  peran dan laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, karena sekecil apapun peran dan tugas para prajurit  dan PNS TNI sekalian, akan memberikan nilai prestasif dan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas TNI secara makro, karena para prajurit dan PNS TNI bekerja dalam satu sistem TNI”, lanjutnya.

Pada bagian lain amanatnya Panglima mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI bahwa Permildas tidak boleh luntur akibat dari gerusan pengaruh  lingkungan dan  budaya global  yang cenderung mendorong kepada kebebasan  di segala bidang.

“Karena permildas adalah karakter,  jatidiri,  dan  disiplin  yang menjadi ciri khusus prajurit TNI”, tegasnya.

Kemudian Panglima juga meminta untuk terus memperkuat soliditas dan solidaritas di dalam  serta antar satuan di jajaran TNI, dan bangun komunikasi sosial yang baik dengan masyarakat  dimanapun bertugas, karena keberadaan para prajurit dan PNS TNI harus menjadi pemersatu, serta dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi lingkungan masyarakat.

Panglima juga menekankan kepada unsur pimpinan di jajaran TNI untuk senantiasa membangun semangat bekerja dan bertugas seoptimal mungkin, dengan senantiasa mengimplementasikan kepemimpinan lapangan yang komunikatif dan akomodatif.

“Sekali lagi, saya ingatkan bahwa prajurit TNI harus  memiliki loyalitas tegak lurus kepada negara, dan  bekerja dengan prinsip kesatuan komando “unity of command”, guna mendukung setiap kebijakan dan hak prerogratif presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan”, pungkas Panglima TNI mengakhiri amanatnya.

Bertindak selaku Komandan Upacara (Danup) pada upacara ini adalah Letkol Tek Tata Santosa, kemudian Serka Basuki sebagai Pembaca Pembukaan UUD 1945, Pengucap Sapta Marga Sermadatar Ritwan dan Pns Sudiwiyono sebagai Pengucap Panca Prasetya Korpri. 

Baca juga:  Prajurit Lanud Supadio Gelar Doa Bersama

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel