Berita

Panglima TNI : Saatnya Kita Merevitalisasi dan mengaktualisasi Nilai Luhur Pancasila

Dibaca: 1 Oleh 17 Jun 2011Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

Setiap bulan Juni, selalu diawali dengan peringatan hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia yaitu hari lahirnya Pancasila. ditengah-tengah situasi semakin lemahnya tali perekat rasa kebangsaan maupun semangat nasionalisme bangsa Indonesia, timbul kesadaran para pemimpin dan tokoh nasional mengajak kita semua untuk merevitalisasi dan mengaktualisasi nilai-nilai luhur pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Arti pentingnya Pancasila yang di samping sebagai dasar negara Republik Indonesia, ideologi dan falsafah bangsa Indonesia juga sebagai alat pemersatu bangsa dengan semboyan ”Bhineka Tunggal Ika”.

Demikian disampaikan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. dalam sambutannya tertulisnya yang dibacakan Komandan Wing III Paskhas Kolonel Psk Yudi Bustami, pada upacara tujuh belasan bulan Juni 2011, di Lapangan Merah Mako Korpaskhas, Lanud Sulaiman, Bandung, Jumat (17/06).

Panglima TNI mengingatkan, Pancasila sebagai ideologi negara dan falsafah hidup bangsa Indonesia sesungguhnya mengandung 3 (tiga) macam nilai yaitu nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praktis. pengertian nilai dasar adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. nilai-nilai dasar dari pancasila tersebut meliputi nilai ketuhanan yang maha esa, nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, nilai persatuan indonesia, nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, serta nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

Baca juga:  GIAT KOOPS II

Menurut Panglima TNI, mengajak seluruh prajurit dan PNS TNI agar selalu menggali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila. selanjutnya agar diimplementasikan dalam setiap melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksi masing-masing termasuk dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. dengan demikian apa yang selalu disebut-sebut bahwa TNI sebagai pengaman dan pengawal Pancasila dapat terwujud, bukan sekedar wacana.

Berkaitan dengan reformasi birokrasi dilingkungan TNI yang ditandai dengan telah diterimanya remunerasi, membawa konsekwensi serta tuntutan peningkatan kinerja. perlu dipahami oleh seluruh prajurit dan PNS TNI, bahwa remunerasi merupakan tunjangan kinerja yang diberikan negara, artinya apabila hasil evaluasi menunjukkan bahwa tunjangan kinerja tidak menunjukkan adanya peningkatan kinerja dilingkungan TNI, maka bukannya hal yang tidak mungkin jika remunerasi tersebut akan dievaluasi kembali. Lanjut Pangliman TNI.

Panglima TNI mengingatkan, hasil audit BPK terhap laporan pelaksanaan program dan anggaran TNI Tahun 2010 mendapat predikat ”wajar dengan pengecualian”. guna menunjukkan adanya peningkatan kinerja dilingkungan TNI perlu diusahakan adanya peningkatan hasil audit BPK terhadap laporan pelaksanaan program kerja dan anggaran TNI dari predikat ”wajar dengan pengecualian” pada tahun 2010 menjadi predikat ”wajar tanpa pengecualian” untuk tahun 2011.

Baca juga:  LANUD PADANG BERSAMA LEMHANAS GELAR KEGIATAN PEMANTAPAN NILAI-NILAI KEBANGSAAN

Panglima TNI Agus Suhartono, S,E. Menegaskan, mengakhiri program dan anggaran periode semester I tahun anggaran 2011, agar masing-masing satuan kerja (satker) di jajaran TNI harus sudah menyiapkan laporan pelaksanaan program dan anggaran periode semester I berikut hasil evaluasi pelaksanaan program dan anggaran pada triwulan I dan II, dikaitkan dengan pokok-pokok kebijakan panglima TNI yang telah ditetapkan dalam Rapim TNI Tahun 2011.

Panglima TNI Menekankan kepada seluruh satuan di jajaran TNI untuk segera menyusun laporan dan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran untuk semester I secara bertanggung jawab, jujur, transparan, akuntabel dan tepat waktu. hal tersebut sebagai realisasi dari komitmen tni dalam reformasi birokrasi, guna mendukung kebijakan pemerintah clean goverment dan good governance.

Dibidang hukum Panglima TNI menyampaikan, maraknya pemberitaan tentang tindak pidana korupsi yang dilakukan para penyelenggara negara serta lemahnya penegakan hukum oleh aparat penegak hukum menjadi keprihatinan bagi kita semua. Mari kita berpartisipasi untuk membantu pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi dengan cara membersihkan satuan kerja dilingkungan TNI dari segala bentuk tindak korupsi.

Baca juga:  Calon Haji Kloter I Asal Provinsi Kalimantan Selatan Berangkat Menuju Tanah Suci

Perlu kita sadari bersama bahwa tindak pidana korupsi digolongkan pada tindak kejahatan yang luar biasa (extra ordinary crime), karena berdampak sangat luas terhadap kesejahteraan rakyat. demikian halnya partisipasi TNI dalam penegakkan hukum dengan mewujudkan disiplin dilingkungan personel TNI, jadikan personel TNI sebagai contoh tauladan bagi masyarakat dalam kepatuhan terhadap hukum. Lanjutnya.

Hadir pada kesempatan tersebut para komandan dan pejabat insub Lanud Sulaiman, para perwira, bintara, tamtama dan pegawai negeri sipil insub Lanud Sulaiman, Bandung.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel