Berita

Panglima Tni : Sanksi Berat Bagi Prajurit Tni Bila Terlibat Narkoba

Dibaca: 58 Oleh 19 Jul 2016Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu bentuk ancaman yang bertujuan untuk menghancurkan generasi muda bangsa (Lost Generations) yang sudah sangat memprihatinkan dan masif. Hal ini tentu sangat membahayakan apabila prajurit TNI terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, mengingat TNI merupakan Institusi Pertahanan Negara.

Demikian amanat Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, yang dibacakan Komandan Depo Pemeliharaan 20 Kolonel Lek Teguh Dharmawan, selaku Inspektur Upacara pada upacara bendera tujuh belasan di Lapangan Apel Depo Pemeliharaan 20 Lanud Iswahjudi, yang diikuti oleh seluruh anggota Lanud Iswahjudi dan Insub, Senin (18/7/16).

Lebih lanjut, Panglima TNI menegaskan kembali, bagi prajurit yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba akan diberikan sanksi berat, bahkan pemecatan sesuai aturan, karena itu ketaatan terhadap peraturan merupakan bentuk pengabdian tertinggi bagi prajurit. Perlu diingat kembali bahwa bulan ini adalah batas akhir dari penekanan Panglima TNI terhadap bahaya narkoba, sehingga bila ada prajurit yang terlibat maka sanksi akan “lebih berat”.

Pada aspek lain, Panglima TNI menekankan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI agar selalu tetap meningkatkan kewaspadaan melalui deteksi dan cegah dini, untuk menghadapi berbagai bentuk ancaman terorisme, jangan sampai teror-teror di luar negeri masuk ke wilayah NKRI. Tingkatkan pengamanan pangkalan, evaluasi lagi masalah lingkungan asrama, pintu-pintu masuk dan sistem keamanan.

Baca juga:  Lettu Pnb Dwi Ari Cahyono Sukses Terbang Solo Super Tucano

Begitu pula dengan peristiwa penyanderaan terhadap WNI oleh kelompok Abu Sayyaf yang berulang kali terjadi di perairan Filipina dan Malaysia, adalah kejadian yang tidak dapat ditolerir. Kepada prajurit TNI, Panglima TNI perintahkan untuk selalu siap menghadapi segala kemungkinan, apabila TNI dilibatkan dalam upaya pembebasan sandera.

Di akhir amanatnya Panglima TNI menyampaikan pesan, sebagai prajurit TNI dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara dan dihadapkan kepada tantangan tugas yang semakin berat, prajurit TNI harus senantiasa memegang teguh dan mempedomani lima sifat TNI di manapun bertugas dan berada, yaitu bertaqwa kepada Tuhan YME, mempunyai sifat pantang menyerah, rela berkorban dan mencintai rakyatnya.

Selanjutnya, pegang teguh rahasia negara dan rahasia jabatan dalam hal ini terkait dengan pengamanan terhadap berita dan kegiatan TNI sebagaimana tertuang dalam Sumpah Prajurit dan Panca Prasetya Korpri guna diamalkan dalam setiap kegiatan sehari-hari untuk menghindari diri dari pelanggaran yang tidak perlu, untuk itu tegakkan lagi jam komandan di seluruh jajaran TNI.

Baca juga:  Peresmian Mess Perwira, Bintara dan Tamtama

 

 

 

 

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel