Berita

PANGLIMA TNI : TNI DITUNTUT PROFESIONAL

Dibaca: 3 Oleh 06 Okt 2011Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

TNI dituntut menjadi tentara profesional. Untuk itu segenap prajurit TNI berupaya untuk terus-menerus meningkatkan kinerja dan kemampuan profesionalismenya dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya. Demikian Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., dalam amanatnya yang dibacakan Koordinator Dosen dan Instruktur Kol Pnb Yuliantono selaku Inspektur Upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun Ke-66 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2011, di lapangan Dirgantara Ksatrian Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Rabu (5/10).

Peringatan yang mengusung tema, “Dengan keterpaduan dan profesionalisme, TNI bersama komponen Bangsa siap menjaga dan menegakkan kedaulatan serta keutuhan NKRI” ini, merefleksikan niat, tekad, dan semangat seluruh keluarga besar TNI untuk berbuat dan berkarya dengan lebih baik, lebih berkualitas, dan lebih berkapasitas. Disamping itu, tema ini dapat dimaknai sebagai komitmen dan upaya TNI untuk mengingatkan bahwa seluruh komponen Bangsa dan setiap Warga Negara memiliki tanggung jawab dalam pembelaan Negara.

Berawal dari terbentuknya BKR pada tanggal 22 Agustus 1945 melalui kesepakatan sidang PPKI ke 2 dan diumumkan Presiden 23 Agustus 1945 . Pada masa awal BKR hanya sebagai Underbouw dari BPKKP dan dalam pelaksanaannya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban. BKR disiapkan untuk memelihara keamanan setempat agar tidak menimbulkan kesan bahwa Indonesia menyiapkan diri untuk memulai peperangan menghadapi Sekutu.

Baca juga:  Skadron Udara 16 Laksanakan Patroli Udara

Akhirnya, melalui Dekrit Presiden tanggal 5 Oktober 1945 (hingga saat ini diperingati sebagai hari kelahiran TNI), BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pada tanggal 7 Januari 1946, Tentara Keamanan Rakyat berganti nama menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Kemudian pada 24 Januari 1946, dirubah lagi Karena saat itu di Indonesia terdapat barisan-barisan bersenjata lainnya di samping Tentara Republik Indonesia, maka pada tanggal 5 Mei 1947, Presiden Soekarno mengeluarkan keputusan untuk mempersatukan Tentara Republik Indonesia dengan barisan-barisan bersenjata tersebut menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Penyatuan itu terjadi dan diresmikan pada tanggal 3 Juni 1947.

Upacara Peringatan HUT ke 66 TNI diperingati di AAU dengan diikuti seluruh Antap AAU, Lanud Adi, Pasis KIBI serta Karbol AAU. Panji –Panji kebesaran AAU “Vidya Karma Vira paksa” juga di hadirkan dalam Upacara hari ini. Meskipun cukup sederhana Upacara Militer kali ini cukup khidmad.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel