Berita

PANGLIMA TNI : TNI LAHIR DARI PANGKUAN RAKYAT

Dibaca: 16 Oleh 05 Okt 2011Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

TNI Lahir dari pangkuan rakyat di tengah kancah perjuangan menegakkan kedaulatan bangsa dan negara. Karena itu, TNI adalah tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional. Demikian amanat Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, SE., yang dibacakan oleh Inspektur Upacara Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan Marsekal Pertama TNI Basuki Purwanto dalam upacara peringatan HUT ke-66 TNI, bertempat di lapangan upacara Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara, Rabu (5/10).

Lebih lanjut disampaikan bahwa sebagai tentara rakyat, TNI hanya berpihak kepada kepentingan seluruh rakyat dan negara. Kemudian sebagai tentara pejuang, TNI tidak akan pernah berhenti berjuang mewujudkan cita-cita bangsa. Sedangkan sebagai tentara nasional, TNI akan membela kepentingan negara di atas kepentingan daerah, suku, ras dan golongan agama.

Perkembangan zaman telah pula menuntut prajurit TNI menjadi tentara profesional. Sebagai tentara profesional, segenap prajurit TNI berupaya untuk terus menerus meningkatkan kinerja dan kemampuan profesionalismenya dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya.

Tema yang diusung pada peringatan tahun ini adalah “Dengan keterpaduan dan profesionalisme, TNI bersama komponen bangsa siap menjaga dan menegakkan kedaulatan serta keutuhan NKRI”. Tema ini merefleksikan niat, tekad dan semangat seluruh keluarga besar TNI untuk berbuat baik, lebih berkualitas dan lebih berkapasitas. Selain juga dapat dimaknai sebagai komitmen dan upaya TNI untuk mengingatkan bahwa seluruh komponen bangsa dan setiap warga negara memiliki tanggung jawab dalam pembelaan negara.

Baca juga:  Open Day Pelangi Nusantara Manado 2019

Pada upacara kali ini sebagai koordinator upacara adalah Dislitbangau, dengan Komandan Upacara Mayor Tek M. Arief Setiawan, pengucap Sapta Marga Letda Lek Diky Daulay serta diikuti oleh seluruh insub yaitu jajaran Koharmatau, Lanud Husein Sastranegara, Wingdiktekkal, Lafiau, serta Sesa Husein Sastranegara.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel