Berita

Panglima TNI : TNI Tidak Boleh Kalah Dengan Teroris

Dibaca: 10 Oleh 17 Jul 2017Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Ketika kalian melakukan tindakan tegas dan sesuai prosedur hukum yang berlaku, maka saya selaku Panglima TNI akan mengambil alih tanggung jawab atas langkah dan tindakan kalian dan saya setia kepada komitmen itu karena satu orang prajurit tersakiti, maka sesungguhnya seluruh prajurit TNI juga merasa tersakiti.Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurantyo, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Dandepohar 20 Kolonel Lek Tjatur Puji pada upacara bendera 17-an di Lanud Iswahjudi, Senin (17/7).

Hal tersebut terkait adanya beberapa peristiwa yang menjadi perhatian masyarakat salah satu diantaranya terkait dengan aksi teror terhadap aparat keamanan maupun aksi-aksi kejahatan yang menimpa masyarakat maupun prajurit TNI.

Pada kesempatan tersebut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan kembali terkait dengan bahaya terorisme yang terus menghantui dunia, karena bahaya terorisme benar-benar nyata, bahkan Indonesia juga menjadi sasaran aksi-aksi terorisme, aksi teror sekelompok orang yang diduga terkait jaringan ISIS, belakangan ini makin sering terjadi.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa dalam situasi darurat terorisme ini, pemerintah telah mengusulkan untuk melakukan revisi UU anti terorisme untuk memberikan payung hukum bagi aparat negara dalam memberantas aksi-aksi terorisme, karena pemberantasan terorisme tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus dilakukan secara total, semua elemen bangsa, semua pemangku kepentingan negara, atas nama negara dibawah payung undang-undang anti terorisme.

Baca juga:  TNI AU Se-Kota Medan Peringati ke-73 HUT RI di Kosekhanudnas III

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa terorisme adalah kejahatan terhadap negara, apapun yang akan diundangkan, bagi TNI akan mengikuti segala ketentuan yang ada di dalam undang-undang, untuk itu TNI tidak boleh kalah dengan teroris dan TNI selalu siap dalam pemberantasan terorisme, diperintah apapun TNI juga siap demi menyelamatkan anak cucu bangsa Indonesia.

Sedangkan hal lain yang tidak kalah penting, Panglima TNI mengingatkan kembali tentang penggunaan media sosial, seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, saat ini telah muncul kelompok baru yaitu “Cyber Narkoterorism”,. Kelompok ini menggunakan dunia maya sebagai wahana untuk menyebarkan informasi yang sesat, mengedarkan dan menyalahgunakan narkotika yang hasilnya digunakan untuk membiayai kegiatan terorisme.

Untuk itu kepada seluruh prajurit, ASN (Aparatur Sipil Negara) dan keluarga besar TNI untuk membatasi penggunaan handphone, smartphone dan media elektronik lainnya dari hal hal yang tidak penting. Hindari penyebaran informasi dan berita-berita bohong (hoax) melalui media sosial karena hal itu dapat menyebabkan perpecahan yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca juga:  PANTUKHIRDA CASIS BINTARA PK LANUD REMBIGA

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel