Berita

PANTANG MENYERAH PADA SITUASI

Dibaca: 5 Oleh 14 Mei 2010Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Hingga saat ini Lanud Iswahjudi masih menjadi kebanggaan dan tumpuan harapan TNI AU. Untuk mempertanggung jawabkan kepercayaan dan tugas, yang terhormat dan berat ini tidak mudah. Dengan semangat pantang menyerah tugas apapun yang dihadapi akan terlaksana dengan baik.

 

Pernyataan ini disampaikan oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Dede Rusamsi pada upacara penutupan Pendidikan Transisi F-16/Fighting Falcon Angkatan 10, Senin (10/12) di ruang rapat Markas Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur.

 

Komandan Lanud Iswahjudi dalam sambutannya saat menutup Pendidikan Transisi F-16 Angkatan 10 menyatakan, bahwa Lanud Iswahjudi hingga saat ini masih menjadi kebanggaan dan tumpuan harapan dari TNI AU dalam melaksanakan tugas pokok TNI sebagaimana yang diamanatkan dalam undang undang. Kepercayaan dan harapan ini harus benar-benar dapat tercermin dalam sikap dan perilaku semua anggota TNI AU sebagai “Airmanship” sejati. Hanya dengan demikianlah, TNI AU khususnya Lanud Iswahjudi dapat dihargai dan dihormati serta pantas untuk menjadi yang terbaik.

Baca juga:  LARI SIANG MELATIH DAN MENJAGA KEBUGARAN FISIK

 

Lanud Iswahjudi terus berupaya menyiapkan kemampuan penerbang yang profesional. Meskipun kondisi yang dihadapi saat ini belum menggembirakan. Terbatasnya pesawat dan jam terbangnya, jangan menyerah begitu saja dengan keterbatasan ini, justru harus tetap mampu melakukan pemeliharaan peralatan yang ada dan melakukan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia agar memiliki kemampuan dan kesiapan yang tinggi, lanjutnya.

 

Pembinaan personel TNI AU disamping harus disesuaikan dengan perkembangan Alat Utama System Senjata (Alutsista) masa kini dan yang akan datang. Juga harus dapat menjawab tantangan kebutuhan dalam perang modern. Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan memprogram dan menyelenggarakan pendidikan transisi seperti ini, tegasnya.

 

Pendidikan Transisi F-16/Fighting Falcon Angkatan 10 tahun 2007 berhasil meluluskan Lettu Pnb Andri Setiawan alumni AAU tahun 2003 dan Sekolah Penerbang (Sekbang) angkatan ke-70 tahun 2005, telah mengantongi 400 jam terbang dengan pesawat Bravo, T-4 Charlie, Hawk MK-53 dan F-16. Putra keempat dari lima bersaudara yang lahir di Singkawang 22 Juni 1982 dari pasangan bapak Hasril, S.H. dan ibu Ibnu Hajar.

Baca juga:  DANLANUD IWJ, DIALOG INTERAKTIF DI RADIO SUARA MADIUN

 

Hadir dalam upacara ini Komandan Wing 3 Tempur, Komandan Depohar 20 dan 60, para Kepala Dinas, para Komandan satuan jajaran Lanud Iswahjudi dan Insub serta para Kepala Seksi dan sejumlah perwira.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel