Pustaka

Pantau Gempa Aceh, Pesawat Hercules Siap Melayang di Udara

Dibaca: 4 Oleh 13 Apr 2012Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

TNI Angkatan Udara menyiagakan dua pesawat Hercules C-130 H dari Skadron Udara 31 dan posko di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pascagempa 8,5 Skala Richter di Sumatra, khususnya Aceh dan Sumatera Utara pada Rabu (11/4).

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Marsekal Pertama TNI A. Adang Supriyadi di Jakarta, Kamis (12/4/2012), mengatakan, pihaknya memerintahkan Komandan Skadron Udara 31 untuk menyiapkan dua Hercules dalam rangka membantu masyarakat yang terkena gempa di Sumatera.

“Lanud Halim siap menjadi posko untuk relawan baik paramedis maupun yang lainnya apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu korban gempa. Bahkan area-area yang kelihatannya mustahil untuk didarati, tetapi demi misi kemanusiaan, demi saudara-saudara kita, apapun kita tempuh untuk menolong,” katanya.

Namun, dirinya bersyukur peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa itu dinyatakan telah berakhir oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

TNI Angkatan Laut menyiapkan lima kapal perang (KRI) berbagai jenis untuk mengantisipasi dampak gempa bumi tersebut.

“Atas persetujuan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, TNI AL telah menyiapkan lima kapal perangnya sebagai antisipasi dampak bencana yang terjadi di berbagai wilayah Sumatera,” kata Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Marsetio.

Penyiapan lima KRI itu untuk memberikan bantuan kemanusiaan baik penyelamatan, pengangkutan bahan pokok, pengobatan, maupun bantuan lain yang dibutuhkan guna antisipasi dampak gempa bumi itu.

Ia mengatakan, sejumlah unsur yang telah disiapkan oleh TNI AL adalah dua jenis Landing Platfrom Dock yaitu KRI Banda Aceh-593 dan KRI dr. Suharso-990 (kapal perang itu dapat berfungsi sebagai rumah sakit terapung), satu frigate kelas Van Speiyk KRI Yos Sudarso-353.

Selain itu, dua korvet kelas Parchim yaitu KRI Sultan Thaha Syaifuddin-376 dan KRI Patiunus-384. Penyiapan unsur tersebut telah dikoordinasikan secara baik dengan instansi terkait lainnya.

Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia dengan jumlah pulau kurang lebih 17.499 buah, sehingga jika terjadi bencana alam antara lain gempa bumi, yang paling optimal untuk memberikan bantuan kemanusiaan adalah melalui laut.

Oleh karena itu, TNI AL memberikan perhatian dengan menyiapkan unsur-unsurnya.

Gempa dengan kekuatan 8,5 SR terjadi di Simeulue, Provinsi Aceh, Rabu (11/4), pukul 15.38 WIB dengan lokasi gempa 410 kilometer barat Sinabang.

Gempa tersebut berpusat di 93,12 derajat bujur timur dan 2,4 derajat lintang utara dan di kedalaman 10 kilometer bawah permukaan laut.

Sumber: http://www.berita8.com/

Baca juga:  Rusia Operasikan Sistem Pertahanan Udara Dekat Perbatasan

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel