Berita

Paroh; ”Koseling Perkawinan” Bisa Mengatasi Masalah Rumah Tangga

Dibaca: 21 Oleh 14 Mei 2010Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Dalam kehidupan berumah tangga ada tanggung jawab yang harus dipikul oleh suami istri, bilamana pasangan suami istri tidak mampu mengemban tanggung jawab dan menegakkan kehidupan keluarga yang berisikan semangat, kasih sayang, ketentraman dan saling memberikan dorongan untuk menciptakan kebahagiaan, maka dalam situasi seperti ini usaha membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah sulit diwujudkan. demikian pencerahan yang disampaikan Paroh Lanud Surabaya Kapten Sus Arwani, S.Ag pada saat apel pagi jam perwira dalam memberikan pembekalan mingguan kepada seluruh anggota Lanud Surabaya, (19/6) bertempat dilapangan apel Lanud Surabaya

 

 

 

Lebih lanjut Paroh menerangkan bahwa sikap mawas diri,dan bisa memaafkan atas kesalahan pasangannya serta dapat menempatkan hak dan kewajiban yang dimiliki oleh setiap pasangan sesuai dengan porsinya, merupakan alat pengendali hidup untuk menghantarkan pasangan tersebut menuju keluarga yang bahagia. Banyak perkawinan yang hancur ditengah jalan karena suami istri gagal meletakan dan menjalankan hak-hak dan kewajibannya secara benar.

 

 

 

Baca juga:  Koopsau III Raih Emas Perdana di Laga Bulutangkis Porau

Diakhir pencerahanya Kapten Sus Arwani ,S.Ag mengharapkan agar seluruh anggota Lanud Surabaya tidak terpengaruh dengan situasi rumah tangga yang berkembang saat ini, seperti kasus perceraian yang sering kita saksikan dimedia massa maupun lingkungan sekitar, adakan konseling perkawinan apabila timbul masalah yang tidak dapat diselesaikan sendiri. Konseling diberikan dengan tujuan untuk membatu pasangan suami istri agar dapat hidup bahagia dan mampu mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam perkawinan. pada konseling perkawinan akan diberikan dorongan untuk menghayati prinsip-prinsip dasar, hikmah dan tujuan serta tuntunan hidup berumah tangga, konseling perkawinan diberikan agar pasangan sumai-istri menyadari kembali peranan dan posisi masing-masing dalam rumah tangga serta mendorong keduanya untuk melakukan sesuatu yang terbaik bagi rumah tangganya sehingga mampu mengatasi masalah-masalah yang sedang mereka hadapi, seperti menurunnya rasa cinta (tidak senang lagi) tidak dinafkai, gangguan seks, penganiayaan, selingkuh, mengidap penyakit dan salah satu pasangan suami istri pergi meninggalkan keluarga dll. Dalam masalah ini banyak anggota yang kurang menyadari dan pentingnya konseling perkawian. Sehingga datang ke kantor Bintal sudah dalam keadaan akut/parah masalah yang dihadapi dan langsung mengajukan permohonan perceraian

Baca juga:  Serah Terima Jabatan Komandan Wing Udara 5 Dan Kepala Dinas Operasi Lanud Sultan Hasanuddin

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel