Berita

Paroh Lanud Surabaya; Ber-Mujahadah Dalam Bulan Ramadhan

Dibaca: 2 Oleh 16 Mei 2010Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Ber-mujahadah dalam bulan Ramadhan menurut Paroh Lanud Surabaya Kapten Sus Arwani S.Ag, yang banyak memberikan ceramah di bulan suci ini mengatakan, ditandai oleh empat hal, pertama rasa lapar dan haus, kedua Uzlah (mengasingkan diri untuk menghindari kufur, serta melakukan taubat), ketiga diam (tidak berbicara kecuali yang baik-baik), serta keempat bangun malam untuk mengamalkan firman Allah SWT. Demikian sekelumit ceramah Paroh Lanud Surabaya dalam acara pencerahan Iman yang dilaksanakan di Masjid Abdurrohim Lanud Surabaya Kamis (24/8).

 

Lebih lanjut Paroh mengatakan, dari keempat teknik mujahadah itu, derajat kereatannya antara orang yang satu dengan yang lainnya, tidak sama. Uzlah sepertinya ringan, tetapi sebenarnya tidaklah seringan seperti yang kita bayangkan. Begitu pula diam, begitu berat bagi mereka yang sukanya bertutur kata di sembarang tempat dan waktu. Begitu pula bangun malam dan sholat malam bagi kebanyakan orang dianggap berat, tetapi bagi yang lain tidak. Acara yang diikuti oleh seluruh umat Muslim Lanud Surabaya dan dilaksanakan setelah apel pagi tersebut didahului dengan sholat Dhuha.

Baca juga:  Pengembangan Inovasi Satpurnas Oleh BPPT di Lanud Iwj

 

Tampak dalam gambar Komandan Lanud Surabaya Kolonel Pnb Gatot Purwanto didampingi Paroh Lanud Surabaya sedang menambahkan pencerahan, bahwa berpuasa sebagai Mujahadah, hakikatnya adalah melawan hawa nafsu yang berupa keinginan diri. Ada tiga perkara yang harus dijauhi agar manusia mampu mendekatkan diri dengan Allah SWT, yaitu munafik, kufur dan fasik.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel