Berita

PASIS DIHARAPKAN MAMPU MENGEMBANGKAN PEMIKIRAN

Oleh 14 Mei 2010 Tidak ada komentar
PASIS DIHARAPKAN MAMPU MENGEMBANGKAN PEMIKIRAN
#TNIAU 

KASAU:

Pasis Diharapkan Mampu Mengembangkan Pemikiran

 

Dengan memahami kebijakan dan strategis, diharapkan Perwira siswa (Pasis) mampu mengembangkan pemikiran-pemikiran dalam menyiapkan TNI Angkatan Udara dimasa mendatang, melalui pencerahan mendalam Pasis mampu berpikir secara komprehensif dan memiliki daya juang tinggi dalam mencapai keberhasilan tugas. Demikian Kasau Marsekal TNI Herman Prayitno dalam pembekalan yang disampaikan Wakasau Marsdya TNI Subandrio kepada Pasis Sekkau Angkatan 82 di Kampus Sekkau Lanud Halim Perdanakusuma, Selasa (4/11).

 

Lebih lanjut dikatakan, peran TNI Angkatan Udara adalah untuk mempertahankan dan melindungi kepentingan nasional, dalam menghadapi ancaman militer. TNI AU sebagai komponel utama yang didukung oleh kompenen cadangan dan komponen pendukung, sedangkan dalam menghadapi ancaman non militer, TNI AU berperan sebagai unsur pendukung bagi berbagai lembaga pemerintah sesuai dengan bidang masing-masing.

 

Sesuai UU RI nomor 34/2004 TNI Angkatan Udara bertugas melaksanakan tugas TNI matra udara bidang pertahanan, menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah yuridiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang sudah diratifikasi, melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra udara, serta melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara, ujar kasau.

 

Menurut Kasau, TNI AU harus mampu menjamin penguasaan dan pengendalian ruang udara di atas wilayah udara nasional, baik dimasa damai maupun pada masa perang yang diimplementasikan dengan Kemampuan Pengendalain Udara (Control of the Air), Kemampuan Serangan Udara (Air Strike), Kemampuan Dukungan Udara (Air Support) dan Kemampuan Ekploitasi Informasi.

 

Dalam Kebijakan dan strategi Pembinaan TNI Angkatan Udara diharapkan hasilnya akan mampu menyelesaikan tugas mengatasi segala bentuk ancaman yang dapat dilaksanakan secara profesional. Kebijakan dan strategi tersebut disusun dalam upaya memantapkan satuan-satuan TNI AU yang telah dimiliki. Melalui, meningkatkan dan menata organisasi TNI AU dengan gelar Alutsista di wilayah NKRI khususnya wilayah Timur Indonesia, serta pemenuhan personel sesuai TOP/DSP, membangun kekuatan pokok minimum (Minimum essensial force), menghapus (dispose) Alutsista dan pendukungnya yang sudah habis masa pakai, latihan bersama dengan negara sahabat, pemenuhan Alutsista dengan melengkapi satu Skadron pesawat sukhoi dan pengadaan pesawat tempur, angkut ringan, angkut berat, intai taktis, helikopter, serta meningkatka profesionalisme prajurit Angkatan Udara.

 

Sedangkan permasalahan yang dihadapi antara lain, ketergantungan dari luar negeri karena hampir seluruh suku cadang diimport dari negara-negara industri besar. Embargo oleh negara produsen Alutsista TNI seperti Amerika Serikat dan Inggris. Sumber daya menusia yang mengawaki Alutsista Udara yang padat material dan berbobot tehnologi. Iptek dalam pemanfaatan dirgantara dan sumber daya didalamnya. Anggaran dari pengajuan yang terealisasi 30%-40% dari kebutuhan minimal.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel