Berita

Pasukan Lanud TNI AU Surabaya Mengikuti upacara penutupan Latgab TNI

Dibaca: 9 Oleh 27 Mei 2013Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Sebanyak satu Kompi pasukan Lanud TNI AU Surabaya. Mengikuti upacara penutupan Latihan Gabungan (Latgab) TNI Tingkat Divisi tahun 2013 di Dermaga Koarmatim, Ujung Surabaya, Jawa Timur, Jum’at (24/5). Upacara yang dilaksanakan secara militer ditutup langsung oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., ditandai dengan penanggalan tanda peserta secara simbolis yang dilakukan oleh Panglima TNI terhadap 4 orang perwakilan peserta Latgab.

Panglima TNI dalam sambutannya pada upacara mengatakan, kebutuhan paling hakiki dari sebuah negara adalah eksistensi, yang harus diperjuangkan dan dipertahankan sehingga menjadi pijakan bagi suatu bangsa dalam memperjuangkan kepentingan nasionalnya.

Lanjut Panglima TNI “Keamanan negara pada dasarnya dipandang sebagai keadaan di mana rakyat Indonesia secara penuh harus dilindungi pada setiap aspek kehidupan”, termasuk ekonomi dan pemanfaatan sumber daya nasional dalam rangka menciptakan kesejahteraan bangsa. Dalam kaitan tersebut, usaha pertahanan negara harus pula diarahkan untuk menciptakan situasi aman dan kondusif bagi keberlangsungan pembangunan nasional itu sendiri.Dengan demikian, persoalan pertahanan keamanan bukanlah konsep yang mutually exclusive, yang dapat dipisahkan secara hitam-putih, namun merupakan kesatuan usaha dari segenap komponen bangsa untuk membangun kekuatan TNI, kekuatan pertahanan, dan ketahanan nasional, dihadapkan kepada tantangan dan ancaman yang bergulir seiring perkembangan lingkungan strategis.

Baca juga:  Lanud Maimun Saleh Melaksanakan Pengecekan Berat Badan dan Tinggi Badan Prajurit

Gelar kekuatan dan kemampuan TNI yang telah kita latihkan ini merupakan salah satu national power, yang ditujukan guna menjamin keberlangsungan hidup bangsa Indonesia di tengah persaingan global yang ketat dan kompetitif. Secara ekstrim dapat dikatakan, tanpa national power adalah hampir mustahil bagi sebuah negara dapat mewujudkan kepentingan nasionalnya. Terlebih, dalam konteks hubungan internasional, national power menjadi suatu hal yang kemudian sifatnya sangat esensial, karena national power tidak dapat dipisahkan dengan kepentingan nasional, dan selamanya akan menjadi modal pokok bagi negara agar dapat menjadi pemeran utama di dalam hubungan internasional, khususnya dalam penerapan soft power diplomacy. Ungkap Panglima TNI.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel