Berita

Pejabat Intelijen dan Operasi Kotama TNI kumpul di Makasar

Dibaca: 14 Oleh 29 Jun 2010Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

KOOPSAU II PENYELENGGARA RAKOR RENKON KOTAMA TNI

Untuk mengetahui sejauh mana kesiapan Komando Utama (Kotama) Operasi TNI dalam merumuskan dan mengaplikasikan rencana kontijensi (Renkon) masing-masing di wilayahnya, Kotama Operasi TNI yang ada di wilayah tengah dan timur Indonesia, menggelar rapat Koordinasi (Rakor) Renkon kelompok II Tahun 2010, di Markas Komando Operasi TNI AU (Koopsau) II, Makasar. Rakor dibuka oleh Panglima Koopsau II Marsekal Muda (Masda) TNI R. Agus Munandar, di gedung Ballarialaka, Makoopsau II, Senin (28/6).

Dalam Rakor yang rencananya berlangsung selama dua hari itu, hadir para pejabat intelijen dan operasi Kotama TNI, termasuk juga pejabat dari Mabes TNI, Kohanudnas dan BAIS TNI. Puluhan pejabat teras TNI tampak hadir, diantaranya berasal dari Kodam V/Brawijya, Kodam VI/Tanjungpura, Kodam VII/Wirabhuana, Kodam IX/Udayana, Kodam XVI/Patimura, Kodam XVII/Cenderawasih, Kostrad, Koarmatim, Koopsau II, Kopasus, Kolinlamil, Kormar dan Korpaskhas.

Asops Panglima TNI Mayjen TNI Tono Suratman, dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Pangkoopsau II Marsda TNI R.Agus Munandar saat membuka Rakor mengatakan, Rakor Renkom kelompok II menjadi agenda penting TNI, karena melalui Rakor tiap-tiap Kotama TNI diharapkan mampu memelihara dan meningkatkan kesiapsiagaan operasional satuan TNI dalam menghadapi kemungkinan setiap ancaman yang timbul, dalam konteks menegakkan kedaulatan NKRI secara terkoordinasi dan terpadu.

Baca juga:  Wasrik BPK RI Uji Petik Di Lanud Husein Sastranegara

”Sekecil apapun ancaman yang mungkin terjadi, baik dari dalam maupun luar negeri perlu diantisipasi dengan menerapkan kemungkinan penangkalan dan tindakanya” kata Asops Panglima TNI.

Dikatakan, perubahan lingkungan strategis pada lingkup global, regional maupun nasional serta berkembangnya berbagai kepentingan ditengah-tengah masyarakat, dipadukan dengan kondisi geografis Indonesia yang sangat rentan munculnya berbagai bencana alam, sangat berpotensi menimbulkan berbagai ketidak stabilan. Oleh karena itu, kondisi tersebut harus diantisipasi dan ditangani secara sungguh-sungguh, karena dapat menjadi ancaman serius bagi keutuhan wilayah dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Khusus bidang pertahanan, Asops Panglima TNI menggaris bawahi soal gesekan kepentingan di wilayah perbatasan, termasuk di blok Ambalat sebagai faktor yang penting untuk dipertimbangkan dalam merencanakan tindakan menghadapi kontinjensi di masa yang akan datang, agar kontijensi tidak berkembang menjadi krisis

”Kejelian kita dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan akan menjadikan kita selalu siap dan tanggap menghadapi tugas” pungkas Asops Panglima TNI.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel