Berita

Pelangi Nusantara Manado 2019: Gelar Seminar Nasional Kedirgantaraan 

Oleh 19 Sep 2019 Tidak ada komentar
Pelangi Nusantara Manado 2019: Gelar Seminar Nasional Kedirgantaraan 
#TNIAU 

MANADO, DISPENAU. Dalam rangkaian kegiatan Pelangi Nusantara Manado 2019, digelar Seminar Nasional Kedirgantaraan di hotel Novotel Manado dengan tema Pengelolaan Wilayah Udara Nasional untuk kepentingan pertahanan dan peningkatan perekonomian nasional. Seminar diikuti berbagai unsur diantaranya para pejabat di lingkungan pemerintahan provinsi Sulawesi Utara dan kota Manado, para akademisi, wartawan, mahasiswa, pelajar dan para praktisi serta tokoh masyarakat Manado lainnya. Kamis (19/9).

Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE MM dalam keynote speech yang dibacakan Aspotdirga Kasau Marsda TNI Nazirsyah, M.Sc., menyampaikan bahwa pemanfaatan wilayah udara harus senantiasa memperhatikan tiga aspek utama, yaitu Pertahanan Negara (Security), Keselamatan Terbang (Safety) dan Ekonomi.
Ketiga aspek tersebut harus seimbang, agar pemanfaatan wilayah udara dapat terlaksana dengan aman, membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas dan tidak menganggu kedaulatan negara, lanjut Kasau.

Kasau berharap, melalui seminar ini agar para peserta memiliki wawasan dan pemahaman yang komprehensif terkait pengelolaan wilayah udara nasional untuk pertahanan negara serta mendukung peningkatan ekonomi nasional.

Seminar nasional tersebut menampilkan para nara sumber yang ahli dalam bidang kedirgantaraan, yaitu Marsekal TNI (Pur) Chappy Hakim yang menyampaikan materi Wilayah Udara Nasional dalam Aspek Pertahanan Negara di Udara dan Nilai Strategis Wilayah Udara Nasional dan Kewajiban untuk Mengelolanya.
Nara sumber kedua Laksma TNI Sriyanto, S.T. jabatan Dirtekindhan Ditjen Pothan Kemhan RI dengan materi Kebijakan dan Strategi Dalam Pengelolaan Potensi Sumdanas untuk Kepentingan Pertahanan dan Keamanan Negara. Narasumber ketiga adalah Prof. H. Atip Latipulhayat, S.H., LLM., Ph.D., menyampaikan materi Pengelolaan Wilayah Udara untuk Kepentingan Nasional.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel