Berita

Peluru Kendali SA-75 Koleksi Muspusdirla, Dikirab

Dibaca: 6 Oleh 26 Sep 2016Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Peluru Kendali SA-75 koleksi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta, Minggu (25/9) ikut dikirab dalam acara Kirab Pelangi Budaya Merapi Tahun 2016. Tampilnya Peluru Kendali SA-75 di tengah-tengah masyarakat kabupaten Sleman dikawal 14 personel Muspusdirla berpakaian seragam TNI AU dari masa ke masa.

Ribuan masyarakat Kabupaten Sleman dan sekitarnya antusias menyaksikan acara yang digelar Pemerintah Kabupaten Sleman ini. Mereka berdiri berjajar sepanjang 3 kilometer di pinggir jalan yang dilalui peserta kirab. Rangkaian kirab dimulai dari Lapangan Denggung Sleman. Bregada pegawai Pemerintah Kabupaten Sleman menjadi cucuk lampah sebagai pembuka jalan, diikuti 55 peserta lainnya. Iring-iringan kirab berjalan menyusuri Jalan Magelang, Perempatan Beran, Jalan Parasamya, Jalan KRT Pringgodiningrat dan kembali ke Lapangan Denggung.

Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Kamuspusdirla) Kolonel Sus Drs Taibur Rahman mengungkapkan, Peluru Kendali SA-75 merupakan senjata pertahanan udara jarak sedang buatan Uni Soviet tahun 1956. Senjata darat ke udara tersebut mempunyai jarak tembak 36 kilometer dengan tinggi tembak 70 kilometer. “SA-75 mampu membuat kerusakan dengan radius 600 meter persegi“, terangnya.

Baca juga:  Danlanud Jayapura Pimpin Rombongan Anjangsana

Kamuspusdirla menambahkan, diikutsertakannya Peluru Kendali SA-75 dalam Kirab Pelangi Budaya Merapi Tahun 2016 dimaksudkan agar masyarakat mengetahui bahwa koleksi Muspusdirla tidak hanya pesawat terbang saja, namun Muspusdirla juga mempunyai koleksi lain, yaitu peluru kendali.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel