Berita

PEMBINAAN PRAJURIT PASKHAS HASILKAN POSTUR PRAJURIT DISIPLIN DAN SEMANGAT JUANG TINGGI

Dibaca: 20 Oleh 12 Sep 2014Tidak ada komentar
PEMBINAAN PRAJURIT PASKHAS HASILKAN POSTUR PRAJURIT DISIPLIN DAN SEMANGAT JUANG TINGGI
#TNIAU 

Pembinaan prajurit paskhas harus diarahkan pada pencapaian kualifikasi yang sesuai dengan tugas yang dihadapi, sehingga menghasilkan postur prajurit yang mencerminkan sikap disiplin, memiliki semangat juang yang tinggi, dan menguasai penggunaan peralatan yang dimiliki secara profesional. Demikian pernyataan yang disampaikan Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Djamaluddin, M.Si (Han) dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Kadisops Letkol Lek Bambang Astono selaku inspektur upacara pada pembukaan pendidikan Susjurlata Paskhas Angkatan ke-35 yang dilaksanakan di lapangan apel staf II Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung, dan diikuti oleh seluruh personel Lanud Sulaiman baik perwira, bintara, tamtama maupun pegawai negeri sipil dan dihadiri para komandan satuan jajaran Lanud Sulaiman. (Kamis, 11/9).

 

Pendidikan Susjurlata Paskhas bertujuan membina para lulusan agar setelah menempuh pendidikan diharapkan memiliki pengetahuan lanjutan, terutama ketrampilan lanjutan dalam bentuk taktik, dan teknik dalam tingkat kesatuan kecil paskhas. Dengan demikian, para lulusan mampu melaksanakan berbagai tugas serta mempraktekkan ilmu tersebut di kesatuan. 

”Sadarilah bahwa kalian sebagai embrio tentara pasukan yang solid harus mampu memberikan arti bahwa prajurit-prajurit paskhas merupakan prajurit matra udara yang memiliki daya gerak, daya jangkau, dan mobilitas yang tinggi, “ kata kadisops saat membacakan amanat Danlanud yang juga berpesan agar para siswa selaku prajurit paskhas tetap rendah hati dan tidak menjadi prajurit yang arogan. Memiliki wawasan luas, militan, dan tangguh sebagaimana gambar garuda terbang dengan senjata trisula dan cakra yang selalu siap siaga setiap saat. 

Baca juga:  Kekuatan Udara Merupakan Komponen “Bargaining Power”

Pendidikan Susjurlata Paskhas yang berlangsung selama tiga bulan tersebut diikuti 100 siswa tamtama paskhas untuk menempuh 524 jam pelajaran di Skadron Pendidikan 204 Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel